KENDARI, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyukseskan pelaksanaan Bina Akrab IPMAPAN ke-VII yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan anggota baru, sekaligus momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan, membangun solidaritas, membentuk karakter, serta memberikan pemahaman mengenai kehidupan organisasi dan tanggung jawab mahasiswa Paniai maupun mahasiswa Meepago di Kota Studi Kendari.
Ketua Badan Pengurus IPMAPAN Kota Studi Kendari, Frans Tenouye, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, sekaligus memperkuat solidaritas, kebersamaan, karakter, serta tanggung jawab anggota dalam kehidupan organisasi.
Menurut Frans, setiap tahapan yang dilalui peserta dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan organisasi, tetapi juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam membangun kehidupan organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Bina Akrab IPMAPAN ke-VII bukan hanya tentang berkumpul selama tiga hari, tetapi tentang bagaimana tiga hari tersebut mampu melahirkan persaudaraan, pengetahuan, pengalaman, dan semangat baru untuk terus berorganisasi,” kata Frans dalam keterangan tertulisnya kepada tomei.id yang diterima di Nabire, Senin (5/10/2026).
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di dua lokasi. Rangkaian awal berlangsung di BTN Revalina, Kota Kendari, sedangkan agenda puncak dilaksanakan di Pantai Nambo. Dua lokasi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengikuti proses pembinaan sekaligus membangun interaksi, komunikasi, dan keakraban antarsesama anggota.
Pada hari pertama, 2 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan Bina Akrab IPMAPAN ke-VII. Pembukaan menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan sekaligus momentum bagi peserta untuk memahami tujuan, tata tertib, serta nilai-nilai dasar yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan.
Pada tahap awal tersebut, peserta diarahkan memahami pentingnya kebersamaan dan kekeluargaan dalam organisasi. Kehidupan organisasi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan internal, tetapi juga menuntut kemampuan membangun komunikasi, menjaga solidaritas, menghargai perbedaan, serta menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.
Memasuki hari kedua, 3 Oktober 2026, peserta mengikuti sejumlah materi pembinaan yang diarahkan pada penguatan pengetahuan dan pembentukan karakter. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk memahami posisi dan tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
Salah satu materi yang menjadi perhatian ialah peran mahasiswa dalam masyarakat. Materi tersebut menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik untuk mengembangkan diri, tetapi juga mempunyai tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, masyarakat, dan komunitas asalnya.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab mahasiswa, termasuk pentingnya disiplin, sopan santun, tanggung jawab, serta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, kampus, dan organisasi.
Setelah mengikuti rangkaian materi, peserta melanjutkan kegiatan menuju Pantai Nambo, Kota Kendari. Perpindahan lokasi tidak sekadar menjadi agenda rekreasi, tetapi tetap dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan, diskusi, dan evaluasi terhadap materi yang telah diterima peserta.
Di Pantai Nambo, peserta kembali mengikuti penyampaian materi serta evaluasi terhadap pemahaman yang diperoleh sebelumnya. Suasana terbuka memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, bertukar pengalaman, serta membangun komunikasi yang lebih dekat antarsesama anggota.
Sementara itu, hari ketiga, 4 Oktober 2026, menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian Bina Akrab IPMAPAN ke-VII. Agenda penutup diarahkan untuk memperkuat kembali kebersamaan, melakukan evaluasi terhadap seluruh proses kegiatan, serta merefleksikan nilai-nilai yang telah diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan.
Frans menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya seluruh agenda, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu membawa nilai-nilai Bina Akrab ke dalam kehidupan organisasi setelah kegiatan berakhir.
“Dari ruang pembukaan, proses menerima materi, hingga belajar dan mengevaluasi diri di Pantai Nambo, semuanya menjadi bagian dari perjalanan untuk membentuk generasi muda Papua yang solid, bertanggung jawab, dan mampu membawa organisasi menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Frans, Bina Akrab juga menjadi ruang awal bagi anggota baru untuk mengenal karakter organisasi, memahami tanggung jawab sebagai mahasiswa, serta membangun kesadaran bahwa keberadaan organisasi harus memberikan manfaat bagi anggotanya dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Ia berharap nilai persaudaraan, solidaritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti setelah Bina Akrab selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari proses kaderisasi IPMAPAN Kota Studi Kendari.
Perwakilan Ketua Panitia Bina Akrab IPMAPAN ke-VII, Agustinus Degei, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar hingga selesai.
“Seluruh rangkaian kegiatan Bina Akrab IPMAPAN ke-VII telah berjalan dengan lancar. Atas terlaksananya kegiatan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, senior, peserta, serta semua pihak yang telah mengambil bagian dan memberikan dukungan sejak persiapan hingga kegiatan berakhir,” kata Agustinus.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dalam bentuk dana, tenaga, pikiran, materi maupun moril. Seluruh dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu panitia menjalankan setiap tahapan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Agustinus juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta dan partisipan yang telah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan organisasi tidak hanya bertumpu pada panitia, tetapi merupakan hasil dari kerja bersama dan dukungan seluruh elemen organisasi.
Ia berharap kebersamaan dan kerja sama yang telah terbangun selama pelaksanaan Bina Akrab IPMAPAN ke-VII dapat terus dipelihara setelah kegiatan berakhir. Nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat kekeluargaan, solidaritas, kaderisasi, serta keberlanjutan organisasi IPMAPAN Kota Studi Kendari.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada 4 Oktober 2026, Bina Akrab IPMAPAN ke-VII diharapkan menjadi pijakan awal bagi anggota baru untuk terus berkembang, aktif dalam organisasi, serta mengambil bagian dalam menjaga persaudaraan dan keberlanjutan organisasi mahasiswa Paniai di Kota Studi Kendari. [*]










