Berita

BKPSDM Papua Tengah Jemput Bola, Prioritaskan Siswa OAP Masuk Sekolah Kedinasan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bergerak cepat menjaring putra-putri terbaik daerah untuk menembus sekolah kedinasan nasional. Sejak 15 hingga 17 April 2026, sosialisasi dilakukan serentak di delapan kabupaten sebagai bagian dari strategi afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP).

Delapan wilayah sasaran tersebut meliputi Mimika, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas Gubernur Papua Tengah dalam memperluas akses pendidikan kedinasan bagi generasi asli Papua Tengah.

Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menegaskan pihaknya tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga menyiapkan skema pembinaan terstruktur bagi calon peserta. Sebanyak 250 orang akan diseleksi di Nabire untuk kemudian difasilitasi mengikuti bimbingan belajar intensif di Jayapura sebelum menghadapi ujian masuk sekolah kedinasan.

“Ini adalah program prioritas Gubernur untuk memastikan Orang Asli Papua, khususnya Papua Tengah, bisa mengakses sekolah kedinasan. Kami siap fasilitasi hingga tahap persiapan tes,” tegas Denci saat membuka kegiatan di Kabupaten Mimika, Kamis (16/4/2026).

Ia menekankan bahwa proses seleksi sekolah kedinasan memiliki standar ketat, setara dengan seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Karena itu, kesiapan akademik, kesehatan jasmani, dan mental menjadi faktor penentu yang harus diperhatikan serius oleh peserta, guru, maupun orang tua.

Dalam konteks afirmasi, BKPSDM juga menerapkan prioritas berbasis kearifan lokal. Di Mimika, peserta dari Suku Amungme dan Kamoro ditempatkan sebagai prioritas utama, disusul oleh suku-suku lain. Selain jalur reguler, tersedia pula jalur afirmasi khusus bagi OAP, serta dorongan pembukaan jalur pembibitan yang saat ini tengah diperjuangkan ke Kementerian PAN-RB dan lembaga terkait.

“Tujuan akhirnya jelas, setelah lulus mereka kembali dan membangun Papua Tengah,” ujar Denci.

Adapun enam sekolah kedinasan yang difasilitasi pada 2026 mencakup STAN, STIS, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), STMKG, dan STIN, lembaga pendidikan yang selama ini dikenal memiliki standar seleksi nasional yang kompetitif.

Kegiatan sosialisasi di Mimika sendiri dipusatkan di Aula SMA Negeri 1 Mimika selama dua hari, 16–17 April 2026, dengan melibatkan ratusan siswa dari sedikitnya 17 SMA. Para peserta didorong untuk aktif menggali informasi lanjutan serta menjaga kondisi fisik sebagai bagian dari persiapan awal.

Langkah jemput bola ini menjadi komitmen Pemprov Papua Tengah dalam membangun sumber daya manusia unggul berbasis afirmasi, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi generasi muda Papua untuk menembus institusi strategis negara. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

10 Warisan Budaya Dogiyai Disiapkan Jadi Cagar Budaya, Ini Daftar Lengkapnya

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) mempercepat langkah strategis…

6 jam ago

Wajib! Disbudpar Ajak ASN Dogiyai Gunakan Batik Khas sebagai Identitas Budaya Daerah

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) secara tegas…

6 jam ago

Aktivis HAM Selpius Bobii Bongkar “Benang Merah” Kasus Dogiyai, Soroti Dugaan Keterlibatan Aparat

NABIRE, TOMEI.ID | Aktivis HAM Papua, Selpius Bobii, mengungkap dugaan “benang merah” dalam kasus kematian…

6 jam ago

DPRK Dogiyai Sudah Bentuk Pansus, Tunggu Anggaran Eksekutif dan Siap Bawa Kasus Berdarah ke KemenHAM

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai menegaskan komitmennya mengawal penanganan kasus berdarah…

6 jam ago

Wujudkan Indonesia Emas 2045, Gubernur Papua Tengah Paparkan Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas di Jakarta

JAKARTA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmen strategis dalam mendukung visi Indonesia…

6 jam ago

WPFD 2026 Jayapura Ditutup, Deklarasi Tegaskan Komitmen Pers Berkualitas untuk Indonesia Damai dan Adil

JAYAPURA, TOMEI.ID | Peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Jayapura, Papua, resmi ditutup…

6 jam ago