Berita

BPBD Papua Pegunungan Perkuat Sistem Penanggulangan Bencana melalui Penyusunan KRB dan SPM

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan meningkatkan kapasitas aparatur dan menyusun dokumen strategis kebencanaan yang akan menjadi acuan penanganan bencana di delapan kabupaten.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Peraturan Perundang-undangan serta Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebencanaan yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/6/2026), di Wamena.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Provinsi Papua Pegunungan, Motius Weya, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana.

“Peserta itu dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). Masing-masing 2 orang, total 60 peserta,” kata Motius.

Menurut dia, penyusunan KRB dan SPM menjadi kebutuhan mendesak mengingat Papua Pegunungan merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Bimtek ini penting karena bencana di Papua Pegunungan sering terjadi tiba-tiba, seperti banjir dan longsor. Dengan peningkatan kapasitas aparatur, penanganan bencana diharapkan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan pemahaman aparatur terhadap regulasi kebencanaan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal membangun sistem koordinasi lintas sektor agar respons pemerintah terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.

Materi bimtek disampaikan oleh dua narasumber dari provinsi induk dengan fokus pada penyusunan KRB dan SPM. Sementara pembahasan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BPBD akan dilanjutkan pada tahun depan.

Motius menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah terkait.

“Kami punya link kerja sama bersasama. Saat bencana terjadi, dinas-dinas ini yang langsung rapat dan bergerak bersama,” tambahnya.

Melalui penyusunan KRB dan SPM tersebut, BPBD Papua Pegunungan berharap seluruh pemerintah kabupaten memiliki pedoman yang jelas dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana, sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

15 jam ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

15 jam ago

Dari Tapak ke KTT Hukum Rakyat 2026, Empat Regio Bawa Suara Tanah, Hutan dan Wilayah Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Persoalan penguasaan tanah, konflik tenurial, tekanan industri ekstraktif, hingga perjuangan mempertahankan wilayah…

18 jam ago

FGD PHA Digelar, Pemprov Papua Tengah Perkuat Regulasi Perlindungan Anak di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kebijakan dan regulasi daerah terkait…

24 jam ago

KLB Campak Jadi Perhatian, Sidey Perkuat Persiapan Imunisasi ORI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Distrik Sidey bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dan Puskesmas Sidey memperkuat…

24 jam ago

Polda Papua Tengah Musnahkan 4,7 Gram Sabu, Pengembangan Ungkap Narapidana Lapas Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,7 gram…

24 jam ago