Berita

BREAKING NEWS: Aksi di Jayapura Pecah di Depan USTJ, Aparat dan Massa Saling Lempar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dalam eskalasi situasi yang memanas dan sulit dikendalikan, aksi unjuk rasa bertajuk “Papua Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer” yang digelar mahasiswa bersama elemen masyarakat di Kota Jayapura berujung ricuh, Senin (27/4/2025).

Insiden bentrok terjadi di sejumlah titik, dengan eskalasi tertinggi terpantau di kawasan depan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang berlangsung intens, cepat, tidak terkendali, dan memicu kepanikan warga sekitar.

Aksi massa mulai berlangsung sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIT dengan konsentrasi di beberapa titik strategis, antara lain kawasan Abepura dan Waena. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik aksi tersebar di sekitar jalan masuk USTJ, Perumnas 3 Waena, kawasan Uncen bawah, Uncen atas, hingga Expo Waena, yang kemudian menjadi jalur pergerakan massa.

Pergerakan massa dari berbagai titik tersebut dilaporkan mengarah pada upaya konsolidasi terpusat di kawasan Uncen bawah hingga depan USTJ. Namun, proses penyatuan massa dihadang aparat keamanan yang telah melakukan pengamanan berlapis di sejumlah titik akses utama.

Ketegangan meningkat saat massa dari arah Uncen atas berupaya menembus barikade menuju titik kumpul di depan USTJ. Hambatan tersebut memicu eskalasi situasi yang kemudian berujung pada aksi saling lempar antara massa dan aparat keamanan.

Dalam insiden tersebut, satu anggota kepolisian dilaporkan pingsan setelah terkena lemparan batu. Aparat keamanan selanjutnya melakukan tindakan pengendalian massa dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan kerumunan dan meredam situasi.

Hingga pukul 11.20 WIT, kondisi di sejumlah titik masih terpantau tegang dengan konsentrasi massa yang belum sepenuhnya terkendali dalam satu lokasi. Massa aksi juga belum sempat menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka akibat situasi yang terus berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak aparat keamanan terkait kronologi lengkap maupun langkah lanjutan atas insiden tersebut yang terjadi di lapangan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

1 jam ago

Meki Nawipa: ASN Bukan Hanya Terima Gaji, tetapi Harus Mengabdi kepada Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa…

2 jam ago

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

1 hari ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

1 hari ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

1 hari ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

2 hari ago