Berita

Bupati Dogiyai Serahkan SK kepada 710 CPNS Formasi 2024

DOGIYAI, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, didampingi Wakil Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 710 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 di Halaman Kantor Bupati Dogiyai, Senin (14/08/2025).

Prosesi tersebut turut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran pejabat eselon, serta keluarga besar CPNS yang memadati area lingkungan Kantor Bupati, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh sukacita dalam momentum bersejarah bagi para penerima SK tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Yudas Tebai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan dan staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Dogiyai atas kerja keras mereka sehingga penyerahan SK dapat terlaksana dengan baik.

“Kita di Kabupaten Dogiyai mendapatkan formasi lebih dari 1.000, namun yang lolos hanya 710 orang. Ini patut kita syukuri kepada Tuhan sebagai berkat dan kesempatan berharga bagi putra-putri daerah untuk mengabdi,” ujarnya, seraya berharap para CPNS tersebut dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Bupati berpesan agar para CPNS yang baru menerima SK bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia juga memerintahkan kepada seluruh pimpinan OPD untuk segera membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) agar para CPNS dapat mulai bekerja pada 1 September 2025.

“Terkait hak-hak pegawai, sementara akan dibayarkan 80 persen, dan setelah menjadi PNS penuh akan menerima 100 persen sesuai ketentuan,” jelasnya, sambil menegaskan bahwa kebijakan tersebut berlaku sesuai aturan pemerintah yang berlaku.

Kendatipun demikian, Tebai, dengan nada tegas, Bupati mengingatkan para CPNS agar disiplin hadir setiap hari dan tidak bermalas-malasan, karena kedisiplinan merupakan kunci utama dalam membentuk aparatur sipil negara yang profesional dan bertanggung jawab.

“Kami punya kewenangan untuk membatalkan status CPNS jika ada yang hanya menaruh nama saja di Dogiyai tanpa bekerja. Dogiyai bukan tempat mencari SK,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa mutasi sembarangan oleh CPNS maupun pimpinan OPD tidak diperbolehkan tanpa persetujuan pimpinan daerah, demi menjaga tertib administrasi dan memastikan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi.

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penyerahan SK ini merupakan awal dari perjalanan panjang sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat, sehingga setiap CPNS diharapkan mampu menjalankan tugas dengan integritas, dedikasi, dan tanggung jawab penuh demi kemajuan Kabupaten Dogiyai.

“Bapak Ibu memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya kepada instansi, tetapi juga kepada masyarakat dan negara. Jalankan tugas dengan sebaik mungkin, semaksimal mungkin, dan seamanah mungkin,” pungkasnya, seraya mengingatkan bahwa setiap tindakan dan kinerja akan menjadi cerminan kualitas pelayanan pemerintah kepada rakyat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Ramadan Menguatkan Solidaritas: ORARI Nabire Turun Langsung Santuni Santri di Lagari Jaya

NABIRE, TOMEI.ID | Dengan semangat kemanusiaan yang kuat dan penuh empati, momentum bulan suci Ramadan…

8 jam ago

Gerakan Hijau dari Jalanan: Komunitas Agamua Bagi Bibit Gratis, Ajak Warga Selamatkan Hutan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Inisiatif akar rumput kembali bergerak. Komunitas Lapak Baca Jalanan Kota Agamua bersama…

11 jam ago

Ibu Muda Buang Bayi di Sentani Terungkap, Polisi Ringkus Pelaku Berbekal CCTV

JAYAPURA, TOMEI.ID | Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi perempuan yang…

12 jam ago

TPNPB Bebaskan Tiga Warga di Yahukimo, Keluarkan Peringatan Zona Konflik

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah membebaskan tiga warga sipil…

13 jam ago

Operasi Militer di Tambrauw, Lebih dari 10 Warga Sipil Ditangkap

TAMBRAUW, TOMEI.ID | Lebih dari 10 warga sipil dilaporkan ditangkap dalam operasi militer yang berlangsung…

13 jam ago

Mahasiswa Yalimo Tolak DOB Benawa: Dinilai Sarat Kepentingan, Ancam Tanah Adat dan Picu Konflik

JAYAPURA, TOMEI.ID | Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) secara tegas menolak rencana pemekaran Calon Daerah…

15 jam ago