Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

oleh -1143 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menyerahkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan di kawasan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026) pagi.

BACA JUGA: 11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

banner 728x90

Ia menegaskan, persoalan yang melibatkan individu tidak boleh digeneralisasi sebagai konflik antarsuku, melainkan harus diselesaikan melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Permintaan tersebut disampaikan Mesak menyusul kericuhan yang diduga dipicu persoalan sampah dari aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WIT di kawasan Bumi Wonorejo, setelah muncul keberatan atas sampah yang disebut mengotori jalan dan lingkungan rumah warga.

BACA JUGA: BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

Bupati Mesak secara khusus meminta Kepala Suku Moni, Musa Kobogau, serta para kepala suku Mee dari Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, termasuk Kepala Suku SIMAPITOWA, untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mencegah persoalan tersebut meluas.

“Saya minta dengan hormat kepada kedua kepala suku, Kepala Suku Moni, Bapak Musa Kobogau, dan para kepala suku Mee agar segera berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menyerahkan oknum-oknum yang membuat keributan kepada pihak berwajib,” kata Mesak.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat berdasarkan tindakan individu yang diduga terlibat, bukan dijadikan alasan untuk membawa nama kelompok suku tertentu.

Ia meminta semua pihak menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menangani perkara secara objektif, profesional, transparan, serta berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini bukan persoalan suku, tetapi akibat perbuatan oknum-oknum tertentu. Jangan karena persoalan satu atau dua orang, lalu mengatasnamakan suku. Itu tidak boleh. Mereka harus segera diproses secara hukum sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.

Mesak menekankan pentingnya peran para kepala suku dalam meredam ketegangan, membangun komunikasi dengan aparat keamanan, serta mencegah persoalan berkembang menjadi pertikaian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Ia meminta pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut untuk menyampaikan informasi kepada aparat berwenang agar setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sekali lagi, saya minta dengan hormat kepada kepala suku dari kelompok besar Moni dan Mee agar segera berkoordinasi dengan pihak keamanan. Serahkan pihak-pihak yang diduga terlibat untuk diproses sesuai hukum. Jangan membawa-bawa nama suku,” ujarnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.