Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

oleh -1174 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca Buku di Kampung Harapan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 15 anggota yang membaca buku sekaligus berdiskusi untuk memperluas wawasan dan membangun kebiasaan belajar, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bertukar gagasan, dan memperkuat semangat belajar bersama.

banner 728x90

Lapak Baca Buku tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi anggota IPM-IDAKI untuk memahami berbagai tulisan, cerita, serta pengetahuan yang diperoleh dari buku. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong minat membaca, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui diskusi bersama.

Koordinator Bidang Keilmuan dan Penalaran IPM-IDAKI, Dekson Yobee, menjelaskan bahwa lapak baca merupakan kegiatan yang mendorong anggota untuk memahami makna tulisan dan pengetahuan yang terdapat dalam berbagai bahan bacaan.

“Lapak baca adalah kegiatan memahami makna tulisan, cerita dan ilmu yang tertulis dalam buku, meningkatkan ilmu pengetahuan. Dengan tujuan menambah wawasan, memperluas pemikiran kritis dan mendapatkan ilmu baru,” jelas Dekson Yobee.

Ia menambahkan, Lapak Baca Buku yang digelar IPM-IDAKI tersebut merupakan kegiatan kedua, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun budaya membaca dan memperluas ruang belajar bersama bagi anggota.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan secara berulang diharapkan dapat membentuk kebiasaan belajar di kalangan anggota sekaligus menumbuhkan minat membaca, kemampuan berdiskusi, serta keberanian mengembangkan pemikiran kritis secara mandiri.

“Dari lapak baca buku inilah akan lahir kebiasaan belajar karena sesuatu yang kita tidak bisa itu kita biasakan melalui lapak baca buku ini,” ujarnya.

Dekson mengatakan, kehadiran IPM-IDAKI tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pengembangan diri melalui kegiatan yang mendorong budaya membaca, berdiskusi, dan memperluas pengetahuan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 anggota IPM-IDAKI bergabung dalam satu ruang belajar bersama. Mereka membaca buku dan melanjutkannya dengan diskusi untuk bertukar pemahaman serta memperkaya sudut pandang terhadap materi yang dibaca.

Melalui kegiatan tersebut, IPM-IDAKI berharap semangat membaca dan belajar terus tumbuh dalam diri setiap anggota. Budaya membaca dinilai penting untuk memperluas pengetahuan, sedangkan diskusi menjadi ruang untuk mengembangkan pemikiran dan membangun keberanian menyampaikan gagasan.

“Jangan pernah berhenti belajar, karena dari buku kita memperoleh pengetahuan, dari diskusi kita memperluas pemikiran, dan dari kebiasaan membaca kita membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.