Berita

Dari Pare, HPMY Dorong Mahasiswa Yahukimo Jadikan Organisasi sebagai Ruang Menempa Pemimpin

PARE, TOMEI.ID | Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (HPMY) menggelar Seminar Sehari di Pare, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026), dengan menghadirkan Ketua Umum HPMY Pusat Yanais N. Yalak dan Ketua GAMKI Kabupaten Yahukimo Yanis Soll, sebagai narasumber.

Seminar tersebut diarahkan sebagai ruang pembinaan bagi pelajar dan mahasiswa Yahukimo untuk memperkuat kapasitas diri, karakter kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta membangun semangat kolaborasi di tengah kehidupan akademik dan sosial.

Ketua Umum HPMY Pusat, Yanais N. Yalak, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memberikan ruang belajar kepada generasi muda Yahukimo agar tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan pengalaman dalam menjalankan organisasi.

Menurutnya, organisasi merupakan salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi berbagai dinamika, membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan, serta menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.

Sementara itu, Ketua GAMKI Kabupaten Yahukimo, Yanis Soll, S.Pd., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya kepemimpinan, organisasi, dan kolaborasi bagi generasi muda Yahukimo.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka juga perlu membangun karakter, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu memberikan teladan, bertanggung jawab, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi seminar.

Yanais N. Yalak: Organisasi Adalah Ruang Belajar

Dalam sesi berikutnya, Ketua Umum HPMY Pusat, Yanais N. Yalak, membawakan materi bertajuk “Pengalaman Organisasi”.

Yanais membagikan pengalaman selama menjalani proses organisasi, termasuk menghadapi berbagai tantangan, membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan pendapat, serta menjaga komitmen dalam menjalankan tanggung jawab.

Ia menilai pengalaman berorganisasi memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Organisasi, kata Yanais, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen waktu, pengambilan keputusan, sekaligus membangun jaringan dan solidaritas.

“Organisasi adalah ruang belajar. Jangan melihat organisasi hanya dari jabatan, tetapi lihatlah prosesnya. Dari proses itulah kita belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Yanais dalam penyampaian materinya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di tanah rantau agar tetap menjaga identitas, nilai-nilai positif, serta semangat untuk memberikan kontribusi bagi daerah asal.

Seminar Perkuat Komunikasi Mahasiswa Yahukimo

Seminar Sehari HPMY tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antarmahasiswa Yahukimo yang tersebar di berbagai wilayah studi di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera.

Peserta kegiatan berasal dari sejumlah kota studi, di antaranya Surabaya, Jember, Madura, Kediri, dan daerah lainnya.

HPMY berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai kepemimpinan dan organisasi sekaligus mendorong mereka menerapkan nilai-nilai kolaborasi dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai dinamika kehidupan mahasiswa dan organisasi.

HPMY: Seminar Harus Melahirkan Dampak

HPMY menegaskan bahwa seminar tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda Yahukimo yang memiliki kapasitas, integritas, keberanian memimpin, dan kemampuan bekerja bersama.

Semangat tersebut dinilai penting karena mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mempersiapkan diri menghadapi persoalan masyarakat dan daerah asal.

Melalui kegiatan seperti ini, HPMY mendorong mahasiswa Yahukimo agar menjadikan organisasi sebagai tempat menempa diri, bukan sekadar mengejar posisi atau jabatan.

Seminar Sehari di Pare diharapkan menjadi ruang awal untuk memperkuat kualitas generasi muda Yahukimo agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Hujan Es dan Kekeringan Rusak Kebun Warga Papua Pegunungan, DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Bantuan

WAMENA, TOMEI.ID | Fenomena alam berupa hujan es dan kekeringan melanda sejumlah wilayah di Papua…

3 jam ago

HPMY Apresiasi Dukungan Ketua DPRK Yahukimo, Dorong Perhatian terhadap Generasi Muda Tak Berhenti pada Seremoni

PARE, TOMEI.ID | Dukungan terhadap kegiatan pelajar dan mahasiswa dinilai bukan sekadar bantuan untuk menyukseskan…

4 jam ago

Wakil Rektor III Uncen Buka Penguatan Kapasitas dan Raker BEM 2026–2027, Tekankan Program Berdampak

JAYAPURA, TOMEI.ID | Keluarga Besar Mahasiswa Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…

4 jam ago

Pendidikan Bukan Sekadar Gedung, Papua Tengah Membutuhkan Sekolah yang Membentuk Manusia

NABIRE, TOMEI.ID | Pendidikan Papua tidak boleh berhenti pada pembangunan ruang kelas, pengadaan fasilitas, atau…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Rp56 Miliar untuk Perkuat Fasilitas SPH Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan komitmen pemerintah menyiapkan anggaran Rp56 miliar…

10 jam ago

Meki Nawipa: Pendidikan Adalah Senjata, Anak Papua Harus Diberi Kesempatan

NABIRE, TOMEI.ID | Di hadapan para orang tua siswa Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire, Gubernur…

11 jam ago