Deinas Geley Soroti Kedisiplinan Berpakaian ASN: Kerapian Cerminan Wibawa Aparatur Negara

oleh -1251 Dilihat
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, memberikan arahan kepada ASN saat apel gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, menekankan bahwa kedisiplinan berpakaian dinas mencerminkan wibawa, profesionalisme, dan tanggung jawab aparatur negara. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, menyoroti rendahnya kepedulian sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terhadap kerapian dan kepatuhan dalam berpakaian dinas, yang berdampak langsung pada citra dan wibawa pemerintahan.

Menurutnya, kerapian bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik bagi aparatur negara, serta mencerminkan integritas dan disiplin setiap ASN.

banner 728x90

baca juga: Wagub Papua Tengah Tekankan Loyalitas ASN sebagai Fondasi Percepatan Pembangunan

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (19/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wagub secara tegas mengkritik kebiasaan sebagian ASN yang mengenakan atribut di luar ketentuan, termasuk penggunaan sepatu yang tidak sesuai standar dinas, serta menekankan pentingnya kerapian profesional setiap hari.

“Sebagian besar ASN di sini pakai sepatu basket. Kalau bisa, seluruh ASN wajib memakai sepatu hitam, sesuai standar dinas, citra profesional, dan disiplin aparatur, serta mencerminkan sikap loyal dan rapi,” tegas Deinas di hadapan peserta apel.

Wagub menyebutkan bahwa masih banyak ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menambahkan gaya pribadi di luar aturan kedinasan, mulai dari penggunaan ikat pinggang, topi, hingga jenis pakaian. Menurutnya, setiap ASN seharusnya memahami bahwa kerapian dan kesesuaian atribut merupakan bagian dari penilaian disiplin, etika birokrasi, dan wibawa aparatur negara.

“Ikat pinggang itu tulisannya jelas Korpri, tapi masih ada yang pakai ikat pinggang kulit biasa. Itu harus dirubah. ASN harus menampilkan gaya ASN yang sesungguhnya, bukan gaya bebas, demi tercapainya standar profesionalisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Deinas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan pakaian dinas harian yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan bahwa aturan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari sistem disiplin ASN.

“Senin dan Selasa pakai baju dinas, Rabu baju putih, Kamis batik, dan Jumat baju olahraga. Itu wajib dan harus disiplin. Itulah bentuk pengabdian kita yang konsisten, terukur, berkelanjutan, dan menunjukkan profesionalisme tinggi,” tegasnya.

Wagub Deinas menyayangkan masih adanya ASN yang mengabaikan aturan dasar tersebut, meski telah menjadi ketentuan yang jelas dan mengikat. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan berpakaian mencerminkan kesadaran ASN bahwa mereka digaji oleh negara dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra pemerintahan.

“Ini aturan dasar yang seharusnya dipatuhi, tetapi sering diabaikan. Padahal ASN ditugaskan dan digaji oleh negara, sehingga wajib menunjukkan sikap disiplin, loyal, dan profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik berkualitas,” pungkasnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.