Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

oleh -1181 Dilihat

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi Sekolah Sepanjang Hari (SSH), dan melihat kondisi pelayanan Rumah Sakit Imanuel di Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan serta menyiapkan tindak lanjut sesuai prioritas pembangunan.

banner 728x90

Dalam kunjungan itu, Deinas menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda, sedangkan pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan fasilitas, ketersediaan obat-obatan, tenaga medis, dan listrik yang memadai.

Deinas juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memberikan dukungan anggaran bagi sektor kesehatan di Puncak Jaya. Sejumlah kebutuhan tambahan yang disampaikan pihak sekolah dan Rumah Sakit Imanuel akan dipelajari untuk kemungkinan ditindaklanjuti melalui perencanaan anggaran tahun 2027.

Pembangunan Asrama Ditargetkan Rampung 31 Desember

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Deinas meninjau pembangunan gedung asrama yang menurut keterangan dalam bahan wawancara telah memasuki tahap pengerjaan pondasi. Ia mengingatkan agar pekerjaan diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Deinas menegaskan bahwa pembangunan asrama tersebut harus rampung paling lambat pada 31 Desember 2026. Ia meminta pihak terkait memperhatikan pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Peninjauan langsung itu dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan sarana pendukung bagi siswa mendapat perhatian pemerintah.

Peluk Siswa SSH, Deinas Tekankan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Setelah meninjau pembangunan asrama, Deinas mengunjungi Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dan menyampaikan pesan kepada para siswa mengenai pentingnya pendidikan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter dan moral.

Dalam arahannya, Deinas menjelaskan bahwa program SSH memberikan dukungan kebutuhan makan siswa pada pagi, siang, dan sore hari. Menurutnya, dukungan pemerintah tersebut perlu dimanfaatkan dengan baik melalui kesungguhan belajar dan kepatuhan terhadap aturan sekolah.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, moral, tanggung jawab, dan kesiapan generasi muda untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Deinas juga mengenang pengalamannya ketika menempuh pendidikan di tempat tersebut. Ia membandingkan keterbatasan yang dialaminya dahulu dengan kondisi siswa saat ini yang telah memperoleh seragam, sepatu, dan tas untuk mendukung kegiatan belajar.

“Saya dulu sekolah di sini telanjang, tidak seperti kalian ini. Tetapi kalian sekarang hebat, seragam bagus, sepatu lengkap, tas lengkap. Kamu rajin sekolah dengan baik dan saya yakin kamu suatu saat akan jadi gubernur, jadi wakil gubernur, jadi DPR, jadi pegawai. Harus sukses maka kamu harus sekolah,” demikian pesan dihadapan para siswa/i siang tadi.

Ia meminta para siswa mendengarkan nasihat orang tua dan guru serta menjalankan arahan yang diberikan selama mengikuti pendidikan.

Menurut Deinas, anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan merupakan generasi yang akan menentukan masa depan Kabupaten Puncak Jaya dan Papua Tengah. Karena itu, kesempatan belajar harus digunakan untuk membangun kemampuan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak ini suatu saat, saya tua, anak-anak ini akan masa depan untuk negeri ini, masa depan di Papua Tengah, khususnya Puncak Jaya. Mereka inilah pemimpin,” katanya.

Deinas juga menjelaskan bahwa pelukan yang diberikannya kepada seorang siswa saat kunjungan bukan sekadar ungkapan kasih sayang, melainkan bentuk dukungan dan harapan agar anak-anak di Puncak Jaya terus bersekolah serta berani meraih cita-cita.

Pemprov Papua Tengah Identifikasi Kebutuhan RS Imanuel

Selain sektor pendidikan, Deinas mengunjungi Rumah Sakit Imanuel untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan dan mendengarkan kebutuhan yang disampaikan pihak pengelola serta petugas kesehatan.

Dalam keterangannya, Deinas menjelaskan bahwa RS Imanuel pernah menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien dari berbagai wilayah di Papua. Pasien yang membutuhkan penanganan medis, termasuk operasi, patah tulang, dan persalinan, disebut pernah dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Wilayah asal pasien yang disebutkan dalam penjelasannya meliputi Paniai, Timika, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Jayapura, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, dan Lanny Jaya, serta sejumlah wilayah lainnya.

Deinas menyebut pelayanan rumah sakit mengalami keterbatasan setelah dokter yang sebelumnya berperan dalam pengelolaannya meninggal dunia. Kondisi tersebut, menurut penjelasannya, turut memengaruhi keberlangsungan pelayanan dan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah kini berupaya mengidentifikasi kebutuhan rumah sakit tersebut. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah ketersediaan listrik untuk mendukung operasional fasilitas dan pelayanan medis.

Deinas mengatakan kebutuhan generator listrik atau genset akan dibahas untuk kemungkinan penganggaran pada 2027. Rencana tersebut masih perlu disesuaikan dengan mekanisme perencanaan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Selain listrik, pihak rumah sakit juga menyampaikan kebutuhan obat-obatan dan tenaga medis. Deinas meminta pengelola menyiapkan proposal tertulis yang memuat kebutuhan prioritas agar dapat dipelajari dan dipertimbangkan dalam perencanaan program pemerintah.

Ia juga meminta pihak yayasan menentukan kebutuhan tenaga dokter, baik dari luar Papua maupun dokter asal Papua, untuk kemudian dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Menurut Deinas, sejumlah usulan lain yang disampaikan selama kunjungan akan dipelajari untuk kemungkinan ditindaklanjuti melalui program pemerintah pada 2027.

Petugas Kesehatan Sebut Sekitar 200 Pasien Datang Setiap Hari

Dalam kunjungan tersebut, Deinas menerima penjelasan dari petugas kesehatan bernama Yona Kogoya mengenai aktivitas pelayanan pasien di RS Imanuel.

Berdasarkan keterangan dalam bahan wawancara, Yona menyebut sekitar 200 pasien datang setiap hari untuk memperoleh obat atau mendapatkan pelayanan. Angka tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit untuk memastikan jumlah kunjungan, jenis pelayanan, serta periode pendataannya.

Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemetaan kebutuhan obat-obatan, tenaga kesehatan, dan fasilitas pendukung pelayanan. Pendataan yang terukur diperlukan agar dukungan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan sejumlah usulan terkait kebutuhan operasional dan pekerjaan pembangunan. Deinas mengatakan usulan tersebut akan dipelajari untuk menentukan kemungkinan tindak lanjut pada tahun anggaran 2027.

Wagub Sebut Dukungan Kesehatan Puncak Jaya Capai Rp28 Miliar

Dalam keterangannya mengenai dukungan sektor kesehatan, Deinas menyebut Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memberikan bantuan kepada Kabupaten Puncak Jaya pada tahun sebelumnya dan kembali memberikan dukungan pada tahun berjalan.

Ia menyampaikan bahwa bantuan sektor kesehatan pada tahun sebelumnya mencapai Rp14,87 miliar. Pemerintah provinsi juga memberikan bantuan pada tahun ini, termasuk dukungan untuk Puskesmas Hilu.

Deinas menyebut total dukungan pada dua tahun tersebut mencapai sekitar Rp28 miliar. Namun, rincian nilai bantuan untuk masing-masing tahun dan fasilitas kesehatan masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen anggaran atau keterangan resmi instansi terkait.

Selain dukungan kesehatan, dalam rangkaian kunjungan tersebut Deinas juga menyebut penyerahan bantuan kendaraan roda dua.

Berdasarkan bahan wawancara, terdapat 34 unit motor yang menjadi bagian dari penyerahan bantuan, tetapi jumlah unit yang diserahkan pada kesempatan tersebut perlu dipastikan kembali melalui data resmi pemerintah.

Deinas Terharu Disambut Anak-anak Sekolah

Deinas turut mengungkapkan rasa haru dan bahagia atas sambutan anak-anak sekolah ketika rombongan kunjungan kerja tiba di bandara. Ia mengatakan kehadiran para siswa menjadi pengalaman emosional yang mengingatkannya pada pentingnya pendidikan bagi generasi muda di Puncak Jaya.

Menurut Deinas, anak-anak tersebut perlu memperoleh kesempatan pendidikan yang memadai agar dapat mengembangkan kemampuan, meraih cita-cita, dan mengambil peran dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Ia kembali mengingatkan para siswa untuk rajin belajar, menghormati orang tua, dan menaati nasihat guru. Deinas berharap generasi muda Puncak Jaya dapat tumbuh menjadi pemimpin, tenaga profesional, serta aparatur yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk melihat langsung kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya sesuai kewenangan, skala prioritas, dan kemampuan anggaran pemerintah daerah. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.