Berita

Di Jayapura, Mahasiswa Paniai Tegaskan 14 Tuntutan: Stop DOB Baru dan Militerisasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Paniai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKM-KP) Kota Studi Jayapura menyampaikan 14 poin pernyataan sikap dalam jumpa pers di Asrama Mahasiswa Paniai, Selasa (25/11/2025).

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan penolakan terhadap pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), proyek strategis nasional (PSN), serta kebijakan yang dinilai mengabaikan keberadaan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan.

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh Koordinator Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Paniai, Yulianus Bunai, dengan didampingi Ketua FKM-KP Kota Studi Jayapura, Gabriel Gobai.

Dalam hal ini, Mahasiswa FKM-KP menekankan sejumlah poin strategis yang menjadi sorotan utama, antara lain:

Pertama, Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, Gubernur Papua Tengah, dan Bupati Paniai diminta segera menghentikan rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Paniai, karena dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat dan subjek utama.

Kedua, DPRD Kabupaten Paniai diminta segera menyurati Presiden Republik Indonesia agar menarik seluruh aparat militer non-organik dari wilayah Kabupaten Paniai.

Ketiga, FKM-KP menuntut penghentian praktik militerisasi yang digunakan untuk kepentingan korporasi dan sektor ekstraktif.

Keempat, menuntut penghentian penempatan aparat non-organik yang dinilai tidak manusiawi serta meminta agar seluruh personel tersebut segera ditarik kembali ke pusat.

Kelima, melihat berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat dan mahasiswa Paniai, FKM-KP menolak secara tegas rencana penerapan DOB baru di Kabupaten Paniai maupun di Tanah Papua pada umumnya.

Keenam, negara diminta wajib memberikan perlindungan khusus kepada Orang Asli Papua (OAP) sebagai kelompok rentan, terutama masyarakat adat di Kabupaten Paniai.

Ketujuh, FKM-KP meminta Pemerintah Kabupaten Paniai menghentikan rencana pembukaan DOB yang dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat adat.

Kedelapan, pemerintah diminta menghentikan upaya pembentukan DOB yang dibangun atas kepentingan sepihak dan membuka lahan baru tanpa melibatkan masyarakat maupun proses sosialisasi yang layak.

Kesembilan, menuntut penghentian seluruh operasi militer di Tanah Papua.

Kesepuluh, FKM-KP mendesak pemerintah menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berjalan di seluruh Tanah Papua karena dianggap mengancam ruang hidup masyarakat adat.

Kesebelas, Mahasiswa Paniai Kota Studi Jayapura menyatakan dukungan penuh kepada masyarakat adat Paniai dalam memperjuangkan dan menyelamatkan hak-hak masyarakat adat.

Kedua belas, FKM-KP menolak rencana pertambangan Blok Wabu karena berpotensi mengancam keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat adat.

Ketiga belas, FKM-KP mendukung pelaksanaan Pemilu 2025/2026 di Kabupaten Paniai, dengan catatan adanya jaminan keamanan dari aparat baik organik maupun non-organik.

Keempat belas, FKM-KP menyerukan pemberian hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi demokratis untuk menyelesaikan konflik berkelanjutan di Tanah Papua.

Dengan demikian, melalui pernyataan tersebut, FKM-KP menilai bahwa kebijakan pembangunan, keamanan, dan politik yang berjalan saat ini tidak berpihak pada masyarakat adat Paniai.

“Kami berdiri bersama rakyat Paniai untuk menyelamatkan tanah, kehidupan, dan masa depan generasi Papua,” tegas Bunai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

3 jam ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

4 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Pemda se-Tanah Papua Bersatu Tangani Karhutla di Papua Selatan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…

4 jam ago

Thedy Pekei: Seniman Papua Harus Punya Panggung di Tanah Sendiri

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…

6 jam ago

Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…

10 jam ago

Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping ORI Campak Rubela, Capaian 73,3 Persen Kejar Target 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | UPTD Puskesmas Amban terus menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak dan…

1 hari ago