Berita

Dian Kandipi: Media Sosial Harus Jadi Sarana Jurnalisme Damai, Bukan Pemantik Konflik

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Biro LKBN Antara Papua, Dian Kandipi, menegaskan bahwa media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana jurnalisme damai, bukan justru menjadi ruang provokasi yang berpotensi memicu konflik di Tanah Papua.

Penegasan tersebut disampaikan Dian Kandipi saat menjadi narasumber Workshop ke-3 Festival Media Se-Tanah Papua bertema “Dari Berita ke Viral: Strategi Media Sosial untuk Jurnalis Papua” yang digelar di Nabire, Rabu (14/1/2026).

baca juga: Literasi Keamanan Digital Diperkuat Sejak Dini, Pelajar Papua Dibekali Perlindungan Data dan Jurnalisme Damai

Workshop yang dimoderatori wartawan sekaligus praktisi media Merit Waromu tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, serta jurnalis dari berbagai daerah di Papua.

Menurut Dian Kandipi, sejumlah konflik sosial di Papua kerap bermula dari informasi yang tidak utuh dan menyebar cepat melalui media sosial. Karena itu, insan pers dituntut menyajikan konten secara cermat dan berimbang agar tidak memperkeruh situasi, melainkan memberi pemahaman yang sehat kepada masyarakat.

“Bagaimana kita menggunakan media sosial bukan sebagai pemantik provokasi, tetapi untuk menyebarkan jurnalisme damai di Papua,” tegas Dian Kandipi.

baca juga: Lewat Festival Media, Jurnalis dan Pelajar Papua Diedukasi Bermedia Sosial Secara Bijak

Kepala Biro LKBN Antara Papua tersebut juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola konten digital. Dian Kandipi menilai Papua tidak boleh terus dipersepsikan semata-mata sebagai wilayah konflik.

“Papua bukan hanya soal konflik. Banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan dan itu juga perlu diberitakan,” ujarnya.

baca juga: Lucky Ireeuw Tegaskan AI dalam Jurnalisme Hanya Alat Bantu, Bukan Penentu Redaksi

Dalam sesi diskusi, Dian Kandipi turut menyoroti fenomena kecanduan media sosial yang tidak hanya dialami pelajar, tetapi juga pekerja jurnalistik.

“Bukan cuma anak sekolah. Kadang jurnalis juga kecanduan media sosial. Pekerjaan sudah selesai, tetapi masih terus memegang gawai untuk hal-hal lain,” ungkap Dian Kandipi.

Menanggapi pertanyaan peserta dari kalangan pelajar, Dian Kandipi mengusulkan gagasan pembentukan program rehabilitasi bagi pengguna media sosial yang mengalami kecanduan sebagai bagian dari kebijakan publik ke depan.

“Tidak perlu tempat besar. Cukup didukung sumber daya manusia yang memahami psikologi, teknologi informasi, serta pendampingan orang tua. Ini bisa menjadi program pemerintah yang baik,” jelas Dian Kandipi.

Selain itu, Dian Kandipi mengapresiasi antusiasme pelajar yang ingin memanfaatkan media sosial untuk memproduksi konten positif. Menurut Dian Kandipi, media sosial selama ini masih lebih sering digunakan sebatas hiburan.

“Padahal media sosial bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan pemberitaan yang baik,” katanya.

Menutup pemaparannya, Dian Kandipi mengajak jurnalis Papua untuk terus meningkatkan kapasitas dan tidak tertinggal dalam arus perkembangan teknologi.

“Kita tidak bisa stagnan. Ketika generasi Z terus bergerak maju, jurnalis juga harus terus meng-update diri agar mampu bersaing di era media sosial,” pungkas Dian Kandipi.

Sebagai informasi, Festival Media Se-Tanah Papua berlangsung pada 13–15 Januari 2026 dengan rangkaian kegiatan pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, hingga malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

9 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

9 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

13 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

13 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

13 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

13 jam ago