JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat tema “Melalui Dies Natalis Asrama yang ke-12, Mempersatukan Tali Persaudaraan dan Bertumbuh Bersama di Dalam Satu Wadah untuk Masa Depan Yahukimo yang Lebih Baik.”
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Perumnas Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo, Waena, Jayapura, Rabu (7/10/2026).
Ketua Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura mengatakan, Dies Natalis menjadi momentum penting untuk mengenang awal berdirinya asrama yang selama ini menjadi tempat mahasiswa Yahukimo tinggal, belajar, berproses, dan membangun relasi antarmahasiswa dari berbagai wilayah.
Menurutnya, peringatan yang digelar setiap 7 Oktober tersebut diharapkan terus menjadi tradisi yang dijaga oleh setiap generasi penghuni asrama sebagai bentuk penghormatan kepada para senior dan pendiri yang telah berinisiatif menghadirkan asrama bagi mahasiswa Yahukimo di Jayapura.
Ia menilai keberadaan asrama bukan hanya sebagai tempat tinggal mahasiswa selama menjalani pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan diri, serta penguatan hubungan sosial antarmahasiswa Yahukimo.
Karena itu, seluruh mahasiswa Yahukimo yang menghuni asrama diharapkan menghormati hari jadi asrama sebagai bagian dari sejarah perjuangan para pendiri, senior, serta pihak Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang turut mendukung keberadaan asrama pada masa awal pembentukannya.
Di sisi lain, Ketua Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura, Erwin, menyoroti masih minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap berbagai kegiatan yang didorong dan dilaksanakan oleh pengurus asrama.
Erwin mengatakan, kegiatan Dies Natalis tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan asrama, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas berpikir, memperkuat persaudaraan, dan mengembangkan kapasitas mahasiswa Yahukimo selama berada di Kota Studi Jayapura.
“Di satu sisi kami mengenang perjalanan asrama, dan di sisi lain kami mengembangkan kualitas pola pikir mahasiswa. Namun, kami juga merasa lemah karena kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Yahukimo terhadap mahasiswa Yahukimo di asrama,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kegiatan mahasiswa, terutama kegiatan yang memiliki tujuan membangun kapasitas, persatuan, dan kualitas sumber daya manusia Yahukimo.
Senada, Sekretaris Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura, Lapius Yando, menegaskan perlunya perhatian pemerintah terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa di lingkungan asrama.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk dukungan terhadap kegiatan, tetapi juga melalui kebijakan yang mendorong mahasiswa untuk berkembang, membangun kapasitas, dan mempersiapkan diri sebagai generasi yang akan berkontribusi bagi pembangunan Yahukimo.
Lapius juga mengajak mahasiswa Yahukimo di Jayapura memperkuat persatuan sesuai dengan semangat Dies Natalis ke-12. Ia menilai persatuan perlu dibangun tanpa memperbesar identitas struktural yang berpotensi memecah hubungan antarmahasiswa.
Sementara itu, Perwakilan Senior Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura, Markus Busub, menekankan pentingnya menjaga persatuan, merawat persaudaraan, dan mengedepankan keharmonisan di antara mahasiswa Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura.
Menurut Markus, mahasiswa Yahukimo berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan menjaga keutuhan sebagai sesama mahasiswa Yahukimo di Jayapura.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan perkuliahan sebagai tanggung jawab utama selama menjalani pendidikan. Sementara organisasi mahasiswa, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk membentuk moral, melatih kemampuan berpikir, serta mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu menjadi pemikir dan pemimpin masa depan.
Markus menilai Dies Natalis ke-12 bukan sekadar peringatan angka usia asrama, tetapi menunjukkan bahwa organisasi dan kehidupan asrama telah memasuki fase yang semakin matang dan produktif.
Momentum tersebut harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan, dan menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
Ia berharap pengurus asrama pada periode berikutnya mampu mempertahankan Dies Natalis sebagai agenda rutin setiap tahun.
Menurutnya, peringatan tersebut penting untuk menjaga kesinambungan sejarah dan mengingat kembali perjuangan para pendiri serta senior yang telah membangun Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura.
Sementara itu, Pengurus KPMY di Jayapura, Soleng Soll, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura yang telah menyelenggarakan Dies Natalis ke-12.
Soleng berharap kegiatan tersebut dapat menjadi warisan positif bagi kepengurusan berikutnya dan ditetapkan sebagai salah satu program rutin dalam setiap periode kepengurusan, sehingga keberadaan asrama tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang pembinaan dan pengembangan mahasiswa.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Dies Natalis ke-12 Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura. Menurutnya, konsistensi menjaga kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat identitas, persaudaraan, dan keberlanjutan kehidupan organisasi mahasiswa Yahukimo di Jayapura.
Ketua Panitia Dies Natalis Asrama Mahasiswa Yahukimo di Jayapura, Jemi Malyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting sehingga rangkaian Dies Natalis ke-12 dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana panitia.
Jemi berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi modal bagi pengurus serta mahasiswa Yahukimo untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan positif pada masa mendatang.
Peringatan Dies Natalis ke-12 tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi perjalanan asrama, penguatan persaudaraan, serta dorongan bagi mahasiswa Yahukimo untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, organisasi, dan kontribusinya bagi masa depan Yahukimo. [*].










