Berita

Dihadang Polisi, KNPB dan SOMAP Tetap Gelar Mimbar Bebas Suarakan Pelanggaran HAM di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) menggelar aksi mimbar bebas di sejumlah titik di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada Rabu (10/12/2025).

Aksi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ini mendapat pengawalan ketat dan penghadangan dari aparat kepolisian.

Aksi yang dimulai sejak pagi berlangsung di Tugu Pendidikan Lingkaran Abepura, Terminal Expo Waena, Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura, dan Sentani, Kabupaten Jayapura. LBH Papua turut mendampingi jalannya kegiatan massa.

Di Lingkaran Abepura, koordinator aksi Arius Siep berupaya bernegosiasi dengan pihak kepolisian agar massa diizinkan bergerak menuju Kantor DPR Papua. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh polisi dengan alasan menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat di muka umum. Kami ingin membawa aspirasi rakyat ke DPR. Kami minta polisi memberi ruang,” kata Arius saat bernegosiasi.

Akibat penolakan tersebut, massa hanya diperbolehkan menyampaikan orasi di tepi jalan di masing-masing titik aksi. Aparat kepolisian terlihat berjaga ketat dan menghadang setiap upaya massa untuk bergerak menuju tujuan semula.

Dalam orasinya, massa menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM yang dinilai terus terjadi di Papua. Mereka menyatakan bahwa “Indonesia bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat selama 64 tahun di Papua,” dan membacakan puisi serta pernyataan politik tentang situasi kemanusiaan.

Poster dan spanduk bernada kritik tajam terlihat di lokasi aksi, di antaranya bertuliskan: “Demokrasi adalah topeng kolonial, hukum adalah senjata kolonial, kolonial adalah koruptor. Banyak kasus HAM di atas tanah Papua.”

Seorang peserta aksi menyampaikan sentimen mendalam bahwa bulan Desember bagi banyak orang Papua bukan hanya bulan damai, tetapi juga bulan penuh duka.

“RIP hukum Indonesia. Manusia Papua bukan binatang buruan,” teriaknya melalui pengeras suara.

Hingga pukul 13.00 WIT, massa masih bertahan di lokasi masing-masing di bawah pengawalan ketat aparat, dengan rencana berkumpul kembali di Lingkaran Abepura sambil menunggu kehadiran Komnas HAM. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Enam Provinsi di Tanah Papua Sepakati 18 Langkah Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus, KPK: Jangan Berhenti di Tanda Tangan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Enam pemerintah provinsi di Tanah Papua menyepakati 18 langkah strategis untuk memperbaiki…

11 menit ago

Pendidikan Jadi Prioritas, Gubernur Meki Nawipa Minta Lulusan PGSD Siap Mengabdi hingga Pedalaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan pendidikan tetap menjadi prioritas utama…

2 jam ago

PSHT Manokwari Kukuhkan Warga Baru Tingkat I 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Persaudaraan dan Lawan Ketidakadilan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Manokwari, Ranting Manokwari Barat, Sub…

8 jam ago

Petani Jadi Penentu Ketahanan Pangan, Gubernur Meki Nawipa: Papua Tengah Siap Menjadi Lumbung Pangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan petani merupakan pilar utama ketahanan pangan…

21 jam ago

Beredar Poster Penolakan Pos Kamling, 36 Marga Deiyai Tolak Dugaan Militerisasi Tanah Adat

DEIYAI, TOMEI.ID | Sebuah poster berisi pernyataan sikap yang mengatasnamakan 36 Marga Deiyai beredar luas…

1 hari ago

Akses Masuk Nobar Final Bola Gembira Dialihkan ke Gerbang Depan Pantai MAF

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengalihkan akses masuk bagi masyarakat yang akan…

1 hari ago