Berita

Dimeriahkan Lomba Dayung dan UMKM, Kodim XVII/Cenderawasih Gelar Festival Budaya di Sentani

SENTANI, TOMEI.ID | Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI ke-80, Komando Distrik Militer (Kodim) XVII/Cenderawasih berkolaborasi dengan Komando Operasi (Koops) Swasembada dan Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Festival Dayung Sentani.

Acara yang berlangsung meriah di kawasan Kalkote, Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (13/12/2025), ini bertujuan mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Panglima (Wapang) Koops Swasembada, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, didampingi Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku.

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, menekankan pentingnya menjaga warisan budaya lokal, meskipun Festival Danau Sentani (FDS) tahun ini ditiadakan.

“Tahun ini Kabupaten Jayapura memang tidak melaksanakan Festival Danau Sentani, tetapi bukan berarti kita tidak menjaga budaya. Hari ini kita buktikan, lewat Festival Dayung Sentani, warisan budaya tetap kita lestarikan,” ujar Haris.

Dirinya menegaskan bahwa Danau Sentani merupakan bagian integral dari identitas masyarakat setempat yang telah hidup berdampingan dengan budaya dayung secara turun temurun. Potensi atlet dayung lokal pun dinilai sangat besar dan hanya memerlukan pembinaan lebih lanjut.

Haris juga mengungkapkan rencana penataan kawasan Kalkote untuk dijadikan lokasi sentra festival adat dan budaya di masa mendatang.

“Tempat ini akan kami timbun, dipagar, dan dijadikan lokasi khusus festival budaya. Tahun depan Festival Danau Sentani kami pastikan digelar di sini dengan wajah yang berbeda,” tegas pejabat daerah tersebut, seraya mengajak masyarakat menjaga persatuan dan memaknai momen Natal dengan damai.

Di sisi lain, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto menjelaskan bahwa festival ini merupakan manifestasi penghormatan dan upaya nyata melestarikan budaya Papua.

“Festival ini adalah wujud menghormati dan melestarikan budaya Papua. Kita buktikan semua elemen masyarakat bisa bersatu melalui budaya,” kata jenderal bintang satu tersebut.

Festival Dayung Sentani dirancang sebagai kegiatan satu hari yang berfokus pada tiga agenda utama: lomba dayung, lomba tari sosolo, serta pameran UMKM. Kombinasi ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

“UMKM di sini sangat baik dan beragam. Ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Brigjen Wulang, yang juga menyebut adanya komitmen bersama pemerintah daerah untuk menganggarkan kegiatan serupa secara khusus di tahun depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

11 jam ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

11 jam ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

19 jam ago

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

1 hari ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

1 hari ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

1 hari ago