Disdikbud Papua Tengah Perkuat Pendataan Warisan Budaya melalui Bimtek DAPOBUD

oleh -1063 Dilihat
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Deni Tenouye, menyampaikan sambutan saat membuka Bimbingan Teknis Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) yang digelar oleh Disdikbud Papua Tengah di Hotel Getz, Nabire, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pendataan serta pengelolaan warisan budaya daerah dari delapan kabupaten di Papua Tengah. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) sebagai upaya memperkuat pendataan dan pengelolaan warisan budaya daerah.

Bimbingan teknis tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Deni Tenouye.

banner 728x90

baca juga: Wagub Papua Tengah Ingatkan Waspada Potensi Gangguan Keamanan Jelang Idulfitri

Dalam sambutan tertulis Kepala Dinas yang dibacakan oleh Deni Tenouye, disampaikan bahwa Provinsi Papua Tengah memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari berbagai tradisi, bahasa daerah, hingga kearifan lokal seperti noken serta beragam objek pemajuan kebudayaan lainnya.

Menurut Deni Tenouye, potensi budaya tersebut membutuhkan dukungan basis data yang kuat, sistematis, serta akurat agar dapat dikelola dengan baik dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pelestarian kebudayaan.

“Sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai budaya, Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) menjadi instrumen penting untuk mendata serta melestarikan warisan budaya daerah,” kata Deni Tenouye saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas di Hotel Getz Nabire, Selasa (10/3/2026).

baca juga: KADIN Papua Tengah Waspadai Dampak Kenaikan Energi Global terhadap Stabilitas Ekonomi Daerah

Bidang Kebudayaan Disdikbud Papua Tengah, lanjut Deni Tenouye, memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh warisan budaya yang terdapat di berbagai kabupaten dapat tercatat, tervalidasi, serta terintegrasi dalam sistem data kebudayaan nasional.

Tanpa dukungan data yang akurat dan terbarui, proses penyusunan kebijakan pelestarian kebudayaan dinilai berpotensi tidak berjalan optimal serta dapat menghambat perencanaan program maupun dukungan penganggaran di sektor kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyampaikan sejumlah arahan kepada para peserta Bimbingan Teknis, di antaranya pentingnya menjaga validitas data, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan data kebudayaan di tingkat kabupaten.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh para Kepala Bidang Kebudayaan dan operator DAPOBUD dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Para peserta diharapkan dapat memastikan setiap data yang diinput ke dalam sistem DAPOBUD benar-benar mencerminkan kondisi riil objek kebudayaan yang terdapat di daerah masing-masing.

Bimbingan Teknis Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) Provinsi Papua Tengah menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) DAPOBUD Kementerian Kebudayaan serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Jayapura. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.