Berita

Dituding Agen Intelijen Aparat, Organisasi Kepala Suku Pejuang Pepera Papua Pegunungan Tegas Bantah dan Tantang Bukti

WAMENA, TOMEI.ID | Organisasi Kepala Suku Pejuang Pepera Papua Pegunungan secara tegas membantah tuduhan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) maupun agen intelijen yang disebut bekerja sama dengan BIN serta aparat TNI/Polri. Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi memicu konflik internal di tengah masyarakat.

Bantahan itu disampaikan dalam pertemuan resmi di sekretariat organisasi pada Jumat (10/4/2026), yang dihadiri pengurus dari delapan kabupaten, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, kalangan intelektual, serta keluarga besar Limina Wenda. Pernyataan ini sekaligus merespons rilis Markas TPNPB-OPM tertanggal 7 April 2026.

Ketua Kepala Suku Pejuang Pepera Papua Pegunungan, Limina Wenda, dengan tegas menolak seluruh tuduhan tersebut dan menantang pihak yang menuding untuk menunjukkan bukti konkret.

“Saya minta bukti. Apakah saya jual keluarga saya lewat wadah ini? Apakah saya bawa TNI/Polri masuk ke markas atau delapan kabupaten? Apakah saya sebagai agen intelijen? Saya minta bukti,” tegas Limina.

Menurutnya, pelabelan tanpa dasar bukan hanya mencederai nama baik pribadi dan organisasi, tetapi juga berpotensi merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin kuat di antara marga-marga besar.

Ia menyoroti dampak serius dari tuduhan tersebut terhadap relasi sosial di internal masyarakat Papua Pegunungan, khususnya keluarga besar Wenda–Tabuni, Yoman–Wenda, hingga Beam–Kuyawage.

“Kalau tanpa bukti langsung diberi label DPO dan mata-mata intelijen, ini bisa memicu konflik di antara kami sendiri. Padahal kami saling mengenal dan masih satu keluarga besar,” ujarnya.

Limina menegaskan, organisasi yang dipimpinnya dibentuk bukan untuk kepentingan politik atau intelijen, melainkan murni sebagai wadah memperjuangkan kesejahteraan anak cucu pejuang Pepera. Fokus utama organisasi, kata dia, adalah mendorong akses pekerjaan, penyediaan rumah layak huni, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Banyak yang sudah lulus sekolah tapi belum bekerja. Melalui wadah ini kami berupaya mencarikan solusi. Termasuk kebutuhan rumah layak dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Ia juga menyinggung ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat Papua Pegunungan dibandingkan wilayah lain di Indonesia, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kebutuhan dasar itu utama. Orang harus makan dan minum dulu baru bisa beraktivitas. Karena itu kami minta hak kami, ini perlu dipahami dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Limina mengingatkan agar tidak ada pihak yang mudah melabeli tanpa fakta, apalagi terhadap sesama orang Papua yang sama-sama memperjuangkan masa depan daerah.

“Jangan menilai tanpa fakta. Semua orang punya hati, tidak bisa langsung dituduh begitu saja,” katanya.

Dukungan juga datang dari pihak keluarga yang menegaskan bahwa organisasi ini sah dan memiliki tujuan jelas serta dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pemerintah pusat maupun daerah.

“Ini bukan dibuat-buat. Ini nyata dan kami siap mempertanggungjawabkannya,” tegas perwakilan keluarga.

Di akhir pernyataan, Organisasi Kepala Suku Pejuang Pepera Papua Pegunungan meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Gubernur, terhadap keberadaan dan perjuangan mereka.

Mereka juga memperingatkan akan mengambil langkah tegas dengan meminta klarifikasi langsung ke pihak markas apabila tuduhan tanpa bukti terus disebarkan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

9 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

9 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

9 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

1 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

1 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago