Berita

Dogiyai Berdarah Terkuak: Kronologi Lengkap, Nama Korban, dan Dugaan Pelanggaran HAM Menguat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi di pusat Kota Dogiyai hingga Rabu (2/4/2026) masih berada dalam kondisi tegang dan mencekam. Rangkaian peristiwa berdarah yang terjadi sejak Selasa, 31 Maret 2026 hingga 2 April 2026 meninggalkan duka mendalam, dengan korban jiwa dan kerusakan material yang hingga kini belum sepenuhnya terverifikasi secara resmi.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber lapangan, jumlah korban diperkirakan mencapai sedikitnya 9 orang meninggal dunia serta sejumlah korban luka berat dan ringan.

Meski demikian, belum ada satu pun pernyataan resmi yang memastikan jumlah pasti korban dalam tragedi yang kini dikenal sebagai “Dogiyai Berdarah”.

Kronologi Awal: Kematian Misterius Aparat

Peristiwa ini bermula dari ditemukannya jasad Bripda Juventus Edowai pada Selasa pagi (31/3/2026) sekitar pukul 08.22 WIT di selokan depan Gereja Ebenezer, Moanemani. Korban sebelumnya diketahui menjalankan tugas piket malam dan kembali ke mess sekitar pukul 07.00 WIT.

Namun, dalam rentang waktu kurang dari satu jam, ia ditemukan tewas dengan luka bacokan serius di leher dan kepala, serta jari tangan yang dimutilasi. Pihak kepolisian menduga korban dieksekusi di lokasi lain sebelum jasadnya dibuang di tempat kejadian.

Sementara itu, warga menilai kasus ini janggal dan sulit dilacak, sehingga memunculkan dugaan kuat keterlibatan pihak tak dikenal (OTK) yang terlatih.

Nama Bripda Ami Kogoya (AK) juga muncul sebagai korban meninggal dunia, meski hingga kini belum ada kejelasan resmi terkait kronologi kematiannya. Informasi ini beredar di kalangan internal kepolisian dan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Korban Warga Sipil Berjatuhan

Selain aparat, korban dari kalangan warga sipil juga berjatuhan dalam rangkaian insiden lanjutan. Yosep You (20) dilaporkan tewas dengan luka berat di bagian kepala dan ditemukan di jalan aspal. Siprianus Tibakoto (19), pemuda asal Kamuu Selatan, juga meninggal dunia dengan luka serius di kepala.

Esther Pigai (60), seorang lansia penyandang disabilitas, dilaporkan tewas setelah ditembak aparat saat berada di dalam rumahnya di Kampung Ikebo. Ia menjadi salah satu simbol tragis dari dampak operasi keamanan yang menyasar wilayah sipil.

Korban lainnya, Martinus Yobee (14), seorang anak di bawah umur, tewas secara mengenaskan setelah tertembak di bagian perut hingga ususnya keluar. Peristiwa itu terjadi saat kendaraan aparat melintas usai mengantar jenazah Bripda Juventus Edowai ke RSUD Dogiyai.

Insiden Lanjutan dan Korban Tambahan

Kekerasan berlanjut hingga malam hari. Angkian Edowai (19) ditemukan tewas di jalan sekitar pukul 01.00 WIT dalam insiden terpisah. Sementara itu, Feri Auwe dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan pada Kamis dini hari (2/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIT.

Di sisi lain, korban luka berat juga tercatat, di antaranya Maikel Waine (14) yang mengalami luka tembak di dada hingga menembus bahu, serta Kikibi Pigai yang mengalami luka serius di bagian paha akibat tembakan.

Selain korban manusia, kerusakan material juga terjadi. Dua unit truk dibakar di sekitar Kantor DPRD Dogiyai, sejumlah sepeda motor hangus, dan satu bangunan dilaporkan terbakar di dekat Markas Polres Dogiyai.

Dugaan Pola dan Indikasi Pelanggaran HAM

Seluruh korban yang teridentifikasi diketahui merupakan Orang Asli Papua (OAP), baik dari unsur aparat maupun warga sipil. Fakta ini memunculkan pertanyaan serius terkait kemungkinan adanya pola tertentu atau keterlibatan pihak ketiga dalam konflik yang terjadi.

Rangkaian peristiwa, mulai dari pembunuhan misterius, penembakan terhadap warga sipil, hingga operasi keamanan di kawasan hunian, dinilai menunjukkan indikasi kuat pelanggaran hak asasi manusia. Mahasiswa dan masyarakat sipil menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan krisis kemanusiaan yang harus diusut secara independen.

Desakan Investigasi dan Tuntutan Rakyat

Masyarakat Dogiyai mendesak pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta Tim Pencari Fakta (TPF) dari unsur Forkopimda. Mereka menuntut pengungkapan menyeluruh atas pelaku utama, baik dalam kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai maupun warga sipil lainnya.

Selain itu, warga meminta jaminan penanganan medis bagi korban luka serta perlindungan bagi masyarakat sipil yang masih diliputi ketakutan. Desakan juga diarahkan pada pencopotan Kapolres Dogiyai dan penindakan tegas terhadap aparat yang terbukti melakukan kekerasan terhadap warga.

Situasi Sosial dan Seruan Kemanusiaan

Di tengah duka yang mendalam, masyarakat Dogiyai berencana membuka blokade jalan yang sempat dilakukan sejak 31 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memungkinkan mobilitas warga menjelang perayaan Paskah, sekaligus sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Namun demikian, ketegangan masih terasa kuat. Tragedi ini menjadi peringatan keras atas memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan di Dogiyai, yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan tanpa jawaban. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

20 jam ago

Warga Kiworo Laporkan Dugaan Penyerangan dan Pembakaran ke Polres Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kepala Kampung Kiworo bersama perwakilan pemuda dan intelektual Kampung Kiworo, Distrik Kimaam,…

21 jam ago

Satpol PP Dogiyai Targetkan Layanan 24 Jam Mulai September, Damkar dan SDM Segera Dibentuk

DOGIYAI, TOMEI.ID | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menargetkan penerapan layanan 24…

21 jam ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Berakhir, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Program BANGKIT

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah resmi ditutup…

22 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Gedung Baru Harus Jadi Pusat Inovasi Petani dan Peternak Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meresmikan Gedung Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi…

23 jam ago

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

2 hari ago