Dogiyai Memanas: Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak Usai Kericuhan Pasar, Polisi Juga Jadi Korban Penikaman

oleh -1122 Dilihat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, memanas pada Selasa (31/3/2026), setelah rangkaian peristiwa kekerasan yang melibatkan warga sipil dan aparat keamanan.

Kericuhan dilaporkan terjadi di Pasar Moanemani pada siang hari. Dalam insiden tersebut, seorang anggota kepolisian dari Polsek Moanemani dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

banner 728x90

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga setempat, korban diketahui bernama Juventus Edowai. Korban mengalami luka tusuk saat berada di area pasar dan sempat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis, namun tidak tertolong.

Peristiwa tersebut diduga menjadi pemicu meningkatnya eskalasi situasi keamanan di wilayah Dogiyai. Tidak lama setelah kejadian di pasar, sekitar pukul 12.30 WIT, muncul laporan penembakan terhadap warga sipil di sejumlah lokasi.

Korban pertama adalah seorang perempuan bernama Ester Pigai (60), yang dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak di dalam rumahnya di Kampung Kimupugi, Distrik Moanemani.

Menurut keterangan warga, saat kejadian aparat dari unsur kepolisian dan TNI berada di wilayah tersebut dan masuk ke salah satu rumah warga. Di dalam rumah itu, korban dalam kondisi sakit, tidak dapat berjalan, dan sedang beristirahat.

Namun dalam situasi tersebut, korban dilaporkan tertembak di dalam rumahnya sendiri. Sejumlah sumber masyarakat menyebut tidak ada perlawanan dari korban, meskipun hal ini masih memerlukan verifikasi resmi.

Korban kedua adalah seorang laki-laki muda bernama Sipi Tibakoto (18), warga Kampung Kamu Selatan, Dogiyai. Korban dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam peristiwa yang terjadi pada hari yang sama.

Selain itu, laporan warga juga menyebutkan adanya korban ketiga bernama Yoseph Yobe (sekitar 19 tahun), warga Idakotu. Korban dilaporkan tertembak di bagian perut dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Menurut kronologi yang disampaikan warga, insiden yang menimpa korban ketiga terjadi saat sebuah mobil ambulans yang keluar dari rumah sakit melintas di lokasi. Pada saat itu, terjadi penembakan yang diduga mengenai korban.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi tidak lama setelah proses evakuasi jenazah anggota kepolisian, Juventus Edowai, ke RSUD. Dalam proses evakuasi itu, Wakil Bupati Dogiyai Yuliten Anouw, S.E bersama dua anggota DPRD, Paulus Douw dan Manfredson Nawipa, disebut turut berada di lokasi.

Namun demikian, seluruh keterangan tersebut masih bersumber dari laporan warga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Selain itu, laporan warga juga menyebutkan bahwa setelah terdengar bunyi tembakan, terdapat dua orang yang sempat diamankan di kantor Polsek setempat. Namun identitas dan keterkaitan keduanya dengan rangkaian peristiwa ini belum diketahui secara pasti.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia maupun unsur TNI belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun dugaan keterlibatan aparat dalam insiden yang menyebabkan jatuhnya korban sipil tersebut.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran dan keprihatinan luas di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mendesak adanya investigasi independen dan transparan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh, baik terkait penikaman terhadap anggota kepolisian maupun dugaan penembakan terhadap warga sipil.

Hingga sore hari, situasi di Dogiyai dilaporkan masih memanas. Aktivitas masyarakat di sejumlah titik terpantau terbatas, sementara aparat keamanan masih berjaga di beberapa lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.