Berita

DPR Papua Tengah Siapkan Timsus Kemanusiaan untuk Tangani Konflik di 3 Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | DPR Papua Tengah melalui Komisi I yang membidangi urusan pemerintahan tengah mempersiapkan langkah konkrit untuk merespon situasi kemanusiaan yang terjadi di wilayah terdampak konflik seperti Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Dogiyai.

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah, Bekies Sony  Kogoya, menjelaskan setelah rampungnya proses pelantikan seluruh anggota DPR Papua Tengah, termasuk dari jalur Otonomi Khusus dan partai politik, DPR Papua Tengah kini beranggotakan 65 orang. Dengan kelengkapan struktur tersebut, DPR siap mengambil langkah nyata melalui pembentukan Tim Khusus (Timsus) Kemanusiaan.

“Kami telah mendiskusikan secara internal, dan besok kami bersama anggota DPR dari daerah pemilihan Intan Jaya dan Puncak akan mulai melakukan koordinasi untuk kunjungan kerja ke daerah-daerah tersebut. Fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat dan menangani persoalan pengungsian yang terjadi akibat konflik bersenjata,” ujar Sony Kogoya.

baca juga : 12 Anggota DPR Papua Tengah Jalur Otsus Dilantik, Ini Pesan Wagub Deinas Geley

Tim ini akan bekerja lintas komisi bersama mitra Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Koordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri, serta Forkopimda setempat, juga akan dilakukan untuk memastikan langkah yang diambil bersifat kolaboratif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran terkait. Kami juga telah berdiskusi dengan Wakil Gubernur Papua Tengah, Sekretaris Daerah, dan seluruh unsur pimpinan DPR. Tujuan kami adalah memastikan penanganan kemanusiaan menjadi prioritas utama,” jelasnya.

DPR Papua Tengah juga mendorong kepala daerah di wilayah terdampak konflik agar segera mengajukan status tanggap darurat melalui surat keputusan (SK) kepada Gubernur Papua Tengah. SK tersebut menjadi dasar penyediaan bantuan logistik dan pelayanan dasar bagi masyarakat yang saat ini mengungsi ke wilayah seperti Nabire, Timika, dan Jayapura.

“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat dahulu. Setelah itu, kami akan duduk bersama dengan unsur keamanan dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang terkait stabilitas keamanan,” tambahnya.

Bantuan kemanusiaan yang akan disiapkan mencakup kebutuhan dasar seperti sembako, perlindungan anak dan perempuan, serta layanan kesehatan. Pendataan terhadap pengungsi juga akan dilakukan untuk memetakan kebutuhan secara menyeluruh dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

Dengan langkah ini, DPR Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, mengawal aspirasi, dan bertindak sebagai garda terdepan dalam menjamin rasa aman dan hak hidup warga di wilayah konflik. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Ribuan Umat Padati Kali Yawei, Gereja St. Paulus Keniapa Raup Rp20,6 Juta dari Gotong Royong Iman

PANIAI, TOMEI.ID | Kawasan samping Kali Yawei di Kampung Keniapa, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, berubah…

10 jam ago

Meki Nawipa Peluk Persipura di Tengah Kekalahan, Seluruh Pemain Akan Diundang ke Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyatakan akan mengundang seluruh pemain, pelatih, dan…

11 jam ago

Pemkab Dogiyai Genjot Pelatihan Ekonomi Rakyat, Tukang Ojek hingga UMKM Didorong Jadi Penggerak Usaha Lokal

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja terus…

11 jam ago

Persipura Gagal Promosi, Stadion Lukas Enembe Ricuh, Ambulans Brimob Dibakar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, memanas usai Persipura Jayapura…

11 jam ago

BREAKING NEWS: Bintang Kejora Berkibar di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Tumbang 0-1 dari Adhyaksa FC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi di Stadion Lukas Enembe memanas usai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari…

12 jam ago

Aksi Tolak PSN dan Militerisme di Manokwari Ricuh, Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Massa

MANOKWARI, TOMEI.ID | Aksi demonstrasi yang digelar Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak untuk menolak Proyek…

16 jam ago