Berita

Dua Pemuda Mee Bangun Usaha Air Isi Ulang, Dorong Kemandirian dan Daya Saing Ekonomi Lokal Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah, dua pemuda asal Suku Mee, Lucky Tekege dan Eman Gobai, mengambil langkah strategis dengan membangun usaha depot air minum isi ulang “AQUALUK” di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Langkah ini tidak sekadar membuka usaha, tetapi menjadi representasi nyata upaya penguatan ekonomi berbasis masyarakat lokal di tengah meningkatnya persaingan usaha.

“Kami ingin sampaikan kepada anak-anak muda Papua bahwa peluang itu banyak. Yang penting ada niat. Kalau ada niat, semua bisa berjalan,” kata Eman.

Usaha depot air isi ulang yang mereka rintis menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka ruang kemandirian ekonomi di tingkat lokal, dengan potensi keberlanjutan yang tinggi karena berkaitan langsung dengan konsumsi harian.

Dalam perspektif ekonomi daerah, inisiatif ini menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal mulai bergerak memanfaatkan peluang yang selama ini banyak diisi oleh pelaku dari luar Papua.

“Jangan gengsi. Tetap berjuang. Kerja apa pun harus disyukuri. Sekarang banyak orang dari luar datang dan melihat peluang di daerah kita. Artinya, kita juga harus bisa melihat dan mengambil peluang itu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan realitas yang dihadapi ekonomi Papua saat ini, di mana keterbukaan wilayah diikuti dengan masuknya pelaku usaha eksternal yang lebih agresif dalam menangkap peluang pasar.

Dalam konteks daerah otonomi baru, geliat usaha seperti AQUALUK menjadi indikator awal tumbuhnya kesadaran ekonomi masyarakat lokal untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan pelaku utama.

Selain membuka lapangan usaha, keberadaan depot air isi ulang ini juga berkontribusi pada perputaran ekonomi mikro di tingkat kampung, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis komunitas.

Lucky Tekege dan Eman Gobai menilai bahwa kunci utama membangun usaha bukan hanya modal, tetapi keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk keluar dari tekanan sosial seperti gengsi dan ketergantungan.

Melalui AQUALUK, keduanya berharap lahir lebih banyak pelaku usaha muda Papua yang berani mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah, mandiri, inovatif, kompetitif, dan mampu bersaing di tengah arus perubahan ekonomi.

“Peluang ada di depan mata, kita harus jemput. Tetap semangat, Tuhan memberkati, jangan ragu melangkah, terus berusaha, bangun masa depan dengan kerja keras,” kata mereka.

Di tengah arus perubahan ekonomi yang semakin kompetitif, kemandirian pelaku lokal menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan dan kedaulatan ekonomi Papua di masa depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Ajukan Tujuh Tuntutan, Soroti Konflik dan Penanganan Pengungsi Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Wilayah Nabire dengan sikap…

7 jam ago

KNPB Balim Barat dan Ndugama Tolak Rencana Pendataan Ulang Pengungsi oleh KemenHAM RI

WAMENA, TOMEI.ID | Dengan sikap tegas di tengah polemik penanganan pengungsi, Badan Pengurus Wilayah Komite…

7 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Perintahkan Delapan Kabupaten Bentuk Satgas Hadapi Karhutla dan Dampak El Nino

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

7 jam ago

Papua Tengah Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan, Delapan Kabupaten Dipanggil ke Meja Koordinasi

NABIRE, TOMEI.ID | Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta cuaca ekstrem mulai menekan…

1 hari ago

Kekeringan dan Hujan Es Lumpuhkan Kebun Warga Kuyawage, Bantuan Diminta hingga 2027

TIOM, TOMEI.ID | Kekeringan berkepanjangan yang disusul hujan es berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat di…

1 hari ago

BPBD-KP Papua Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran dan…

1 hari ago