Berita

Duka Mendalam: Jubir KNPB Dogiyai Eman A. Dumupa Berpulang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai Sektor Bintang 7 menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah satu kader terbaik gerakan rakyat Papua, Eman A. Dumupa, yang selama ini aktif sebagai Juru Bicara KNPB Wilayah Dogiyai Sektor Bintang 7.

Eman A. Dumupa dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 16.45 WIT, setelah sebelumnya menjalani aktivitas seperti biasa di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Pernyataan duka tersebut disampaikan oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) KNPB, bersama 32 Wilayah KNPB, 2 Konsulat KNPB di Indonesia dan Timor Leste, serta seluruh rakyat Papua yang mengenal dan menghormati perjuangan almarhum.

Bagi KNPB dan rakyat Papua, Eman A. Dumupa dikenal sebagai kader yang konsisten menyuarakan aspirasi politik rakyat Papua melalui jalur organisasi dan perjuangan damai.

Kronologi terakhir Eman A. Dumupa

Pada Selasa pagi, 3 Maret 2026 pukul 07.00 WIT, Eman A. Dumupa meninggalkan rumah di Kampung Pugatadi I menuju lokasi pertandingan sepak bola Duntek Cup di depan Kantor Distrik Idakebo.

Sekitar pukul 08.00 WIT, setibanya di wilayah Idakebo, Eman Dumupa sempat mengantar seorang ibu penumpang menuju Moanemani menggunakan sepeda motor. Setelah mengantar penumpang tersebut, Eman Dumupa kembali ke Idakebo untuk bergabung bersama tim sepak bola Dapuwa FC.

Pada pukul 09.00 WIT, pertandingan sepak bola dimulai antara Dapuwa FC melawan Denemani FC. Dalam pertandingan tersebut, Eman Dumupa bermain sebagai bek tengah.

Pertandingan berlangsung aman dan kondusif. Dalam satu momen, Eman Dumupa sempat terjatuh setelah menendang bola, namun Eman Dumupa kembali bangkit dan melanjutkan permainan bersama tim.

Di pertengahan pertandingan, Eman Dumupa mulai merasa lelah dan meminta pergantian pemain kepada tim Dapuwa FC.

Sekitar pukul 10.00 WIT, pertandingan dihentikan oleh panitia karena waktu pertandingan telah selesai.
Setelah pertandingan berakhir, Eman Dumupa meninggalkan lapangan dan sempat berkata kepada rekan-rekan tim:

“Saya keluar cari penumpang dulu untuk beli kopi sore.”

Setelah itu, Eman Dumupa kembali bekerja sebagai pengemudi ojek.

Aktivitas Terakhir Eman A. Dumupa

Antara pukul 11.00 hingga 14.00 WIT, Eman Dumupa bekerja seperti biasa dengan mengantar dan menjemput penumpang di wilayah Moanemani dan sekitarnya.

Setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, Eman Dumupa menuju rumah iparnya di RT Ipodi, Kampung Kuyakago untuk beristirahat.

Namun saat tiba di rumah tersebut, pintu rumah dalam keadaan tertutup dan kunci tidak ditemukan sehingga Eman Dumupa tidak dapat masuk.

Sekitar pukul 15.00 WIT, Eman Dumupa kemudian menuju ke tepi jalan besar di RT Ipodi, tempat sepeda motor diparkir. Di samping lokasi tersebut terdapat sebuah pondok kecil tempat jualan milik iparnya.

Karena kelelahan setelah bermain sepak bola dan bekerja sejak pagi, Eman Dumupa memutuskan berbaring sejenak di pondok tersebut untuk beristirahat.

Ditemukan Tidak Sadar

Pada pukul 15.37 WIT, dua anak kecil dari Kampung Dapuwa yang pulang dari menonton pertandingan sepak bola melihat Eman Dumupa terbaring di pondok jualan.

Kedua anak tersebut berusaha membangunkan Eman Dumupa, namun tidak mendapat respons.

Sekitar pukul 16.00 WIT, beberapa warga dewasa yang melintas di jalan turut mencoba membangunkan Eman Dumupa, tetapi kondisi Eman Dumupa tetap tidak merespons.

Melihat kondisi tersebut, warga kemudian membawa Eman Dumupa untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dinyatakan Meninggal

Pada pukul 16.26 WIT, Eman Dumupa dibawa ke RSUD Ekimani, namun rumah sakit dalam keadaan tutup sehingga keluarga dan warga membawa Eman Dumupa ke dokter praktik di Moanemani.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, pada pukul 16.45 WIT, dokter menyatakan bahwa Eman A. Dumupa telah meninggal dunia.

Keluarga kemudian mengambil ambulans dari RSUD Dogiyai untuk membawa jenazah menuju rumah orang tua almarhum di Kampung Godide/Ikrar, Distrik Kamuu Utara.

Sekitar pukul 17.00 WIT, jenazah Eman Dumupa tiba di kampung halaman dan disambut oleh keluarga serta masyarakat.

Penghormatan Terakhir

Bagi keluarga, sahabat, dan seluruh jaringan KNPB, Eman A. Dumupa dikenang sebagai sosok pejuang rakyat yang sederhana, pekerja keras, dan setia pada jalan perjuangan rakyat Papua.

Kepergian Eman Dumupa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar KNPB serta masyarakat Dogiyai.

Rest In Peace, Komrad Eman A. Dumupa. Perjuanganmu akan terus dikenang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

21 jam ago

Warga Kiworo Laporkan Dugaan Penyerangan dan Pembakaran ke Polres Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kepala Kampung Kiworo bersama perwakilan pemuda dan intelektual Kampung Kiworo, Distrik Kimaam,…

21 jam ago

Satpol PP Dogiyai Targetkan Layanan 24 Jam Mulai September, Damkar dan SDM Segera Dibentuk

DOGIYAI, TOMEI.ID | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menargetkan penerapan layanan 24…

21 jam ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Berakhir, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Program BANGKIT

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah resmi ditutup…

22 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Gedung Baru Harus Jadi Pusat Inovasi Petani dan Peternak Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meresmikan Gedung Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi…

23 jam ago

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

2 hari ago