Dukung Pendidikan Mahasiswa, Asrama Wadangku Jayapura Resmi Beroperasi

oleh -1676 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Wilayah Wadangku di Kota Studi Jayapura resmi beroperasi, ditandai dengan peresmian di Buper Gunung, Kelurahan Heram Jabansai, Sabtu (22/11/2025).

Fasilitas ini dibangun secara swadaya oleh 10 kampung dari Jayawijaya dan Yalimo sejak 2017 hingga 2024 sebagai dukungan nyata terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Papua.

banner 728x90

Acara dihadiri para orang tua mahasiswa, tokoh adat, pemerintah kampung dan distrik, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Yalimo. Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pendidikan bagi generasi muda Papua.

Ketua Panitia Pembangunan Asrama, Kornelis Logo, S.Si, menjelaskan pembangunan asrama dilakukan secara swadaya oleh 10 kampung selama sembilan tahun.

“Perjalanan pembangunan ini kurang lebih sembilan tahun. Saya mengapresiasi dukungan para kepala kampung, pemerintah, dan tokoh masyarakat yang ikut mewujudkan asrama ini,” ujarnya.

Kornelis menambahkan bahwa upaya untuk membangun asrama permanen akan terus didorong dengan dukungan pemerintah provinsi.

“Kami bersyukur dan berharap pemerintah merespon aspirasi kami untuk membangun asrama permanen dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Kepala Kampung Abenaho, Obet Mabel, yang mewakili pemerintah Kabupaten Yalimo dan Jayawijaya, menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan asrama.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga asrama ini rampung. Kami, sebagai orang tua dan pemerintah, sangat bersyukur,” ujarnya.

Sementara Kepala Kampung Luku-Luku, Sem Logo, menegaskan bahwa keberadaan asrama menjadi simbol nyata kerja sama antara pemerintah kampung dan provinsi.

“Pembangunan ini menunjukkan sinergi yang baik. Ke depan koordinasi antara kampung dan provinsi akan terus diperkuat untuk mewujudkan asrama yang lebih besar dan permanen,” tutupnya.

Peresmian ini ditutup dengan doa bersama dan bakar batu, sebagai wujud syukur sekaligus penghormatan dan pelestarian tradisi budaya Balim dan Hubula. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.