Berita

Earth Hour Jayapura Gelar Aksi Jalanan, Serukan Penyelamatan Cycloop Lewat Gerakan “Switch Off 2026”

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komunitas Earth Hour Jayapura menggelar aksi street campaign pada Sabtu (28/3/2026) pukul 15.30 WIT di Kota Jayapura sebagai bagian dari rangkaian kampanye global Switch Off 2026. Aksi ini dikemas dalam bentuk silent campaign untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mematikan lampu selama satu jam, pukul 20.30–21.30 WIT.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong kesadaran publik terhadap ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat Papua dalam gerakan global pengendalian perubahan iklim.

Dalam kampanye tahun ini, Earth Hour Jayapura mengangkat isu lokal “Selamatkan Cycloop” yang difokuskan pada perlindungan kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Isu ini dipadukan dengan tema nasional Earth Hour Indonesia, “Beri Ruang untuk Bumi”, sebagai bentuk konsolidasi pesan lingkungan dari tingkat lokal hingga nasional.

Koordinator Lapangan Earth Hour Jayapura, Fikar, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan ajakan untuk melakukan perubahan gaya hidup secara nyata dan berkelanjutan.

“Gerakan Switch Off bukan hanya mematikan lampu selama satu jam, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran kolektif untuk hidup lebih ramah lingkungan. Ini tentang tanggung jawab bersama terhadap masa depan bumi,” tegas Fikar kepada tomei.id, Selasa, (31/3/2026).

Fikar juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap kawasan Cycloop akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali, termasuk tren kunjungan tanpa pemahaman terhadap aturan konservasi.

“Fenomena FOMO membuat banyak orang datang ke Cycloop tanpa memahami bahwa kawasan ini dilindungi dan memiliki aturan seperti SIMAKSI. Hal ini berpotensi merusak ekosistem jika tidak dikendalikan secara serius,” ujar Fikar.

Fikar menambahkan bahwa kampanye ini sekaligus menjadi kritik terhadap pola perilaku publik yang lebih mengutamakan eksistensi di media sosial dibandingkan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami ingin menegaskan bahwa menjaga alam bukan untuk konten semata. Pesan kami jelas: Cycloop butuh bukti kepedulian, bukan sekadar viral di media sosial,” kata Fikar.

Sementara itu, Ketua Panitia Switch Off 2026, Beatrix, menyampaikan bahwa aksi jalanan ini merupakan bagian dari strategi edukasi publik untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara luas.

“Melalui street campaign, kami ingin mengajak masyarakat memulai langkah sederhana seperti hemat energi, mengurangi konsumsi berlebihan, dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Beatrix.

Menurut Beatrix, aksi kecil yang dilakukan secara kolektif memiliki dampak signifikan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Aksi sederhana hari ini jika dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi bumi. Ini adalah momentum untuk membangun kesadaran bersama,” tambah Beatrix.

Melalui aksi ini, Earth Hour Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai motor edukasi lingkungan di Papua. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi dalam Switch Off, tetapi juga terlibat aktif menjaga kelestarian alam, khususnya Pegunungan Cycloop, sebagai sumber kehidupan yang tidak tergantikan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

MRP Papua Tengah Jawab Teguran Gubernur: Akses Dana Otsus Tak Jelas, Pengawasan Lumpuh

NABIRE, TOMEI.ID | Teguran Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, terhadap absennya Majelis Rakyat Papua (MRP)…

32 menit ago

Mahasiswa Desak Pansus DPRD Paniai Buka Suara, Soroti Transparansi dan Sikap atas DOB serta Perusahaan

PANIAI, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa, Theofilus Richard Yogi, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Panitia Khusus…

2 jam ago

Jhon Tabo Beberkan Strategi Besar 2027: Pendidikan, Jalan Jayapura–Wamena, dan Papua Tanah Damai

WAMENA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, memaparkan arah besar pembangunan daerah tahun 2027…

2 jam ago

DPR Papua Pegunungan Bantah Tuduhan Dalang Kericuhan, Sebut Aksi Wamena Dipicu Provokasi dan Miskomunikasi

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Pegunungan akhirnya buka suara terkait insiden ricuh…

2 jam ago

Musrenbang Papua Tengah Ditekan Lebih Tajam: Sinkronisasi Program Diperketat, Dana Otsus Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan arah pembangunan 2026 harus bergerak lebih terukur,…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tancap Gas Otsus 2026: Target 1.500 SDM Kedinasan, 1,6 Juta Pohon Kopi, Wajib Sinkronisasi Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, menetapkan arah pembangunan yang agresif, terukur, dan…

6 jam ago