Berita

Eskalasi Konflik Bersenjata Papua Januari 2026 Picu Pengungsian Warga Sipil

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM merilis pernyataan resmi terkait peningkatan intensitas konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia sepanjang Januari 2026 di sejumlah wilayah Tanah Papua.

Dalam keterangan tertulis tersebut, wilayah yang dilaporkan mengalami eskalasi pertempuran meliputi Yahukimo, Intan Jaya, Puncak Ilaga, Paniai, Nduga, serta sejumlah daerah lain yang dikategorikan sebagai zona konflik. Pihak TPNPB menyebut situasi tersebut merupakan bagian dari konflik politik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak dekade 1960-an dan hingga kini belum mencapai penyelesaian menyeluruh.

Rilis itu juga menyoroti dampak langsung terhadap warga sipil. Ratusan penduduk dari sejumlah distrik di Yahukimo, Intan Jaya, Puncak Ilaga, dan Nduga dilaporkan terpaksa meninggalkan tempat tinggal akibat meningkatnya operasi militer dan kontak senjata. Hingga kini, jumlah pasti warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.

Selain perpindahan penduduk, dilaporkan pula kerusakan terhadap fasilitas sipil, termasuk rumah warga, kendaraan, alat berat, serta bangunan gereja. Dalam rilis tersebut juga disebutkan penggunaan drone dan helikopter dalam operasi militer di beberapa wilayah konflik.

Situasi keamanan yang tidak menentu memperlihatkan tingginya kerentanan masyarakat di wilayah pedalaman Papua yang secara geografis memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi sosial-ekonomi warga terdampak.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menyatakan bahwa sejak Januari 2025 hingga Januari 2026 terdapat korban jiwa dan luka-luka di kedua belah pihak. Dalam rilis disebutkan tiga anggota TPNPB meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka, sementara beberapa lainnya dilaporkan wafat akibat kondisi kesehatan di markas.

Di sisi lain, pernyataan tersebut juga mengklaim adanya korban di pihak aparat keamanan Indonesia serta insiden perampasan dan penyitaan senjata selama operasi berlangsung. Selain korban akibat kontak senjata, laporan itu turut mencatat adanya warga sipil yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor ketika mengungsi dari wilayah konflik.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah pusat terkait rincian klaim yang disampaikan dalam siaran pers tersebut.

Dalam rilisnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM menyerukan perhatian Presiden Republik Indonesia, lembaga internasional seperti Dewan HAM PBB dan Dewan Keamanan PBB, serta organisasi kemanusiaan nasional dan internasional terhadap situasi yang berkembang di Papua.

Pernyataan tersebut juga memuat sikap organisasi terkait kemungkinan peningkatan operasi di sejumlah wilayah yang mereka sebut sebagai daerah pertahanan.

Perkembangan situasi keamanan di Papua masih bersifat dinamis. Di tengah eskalasi konflik yang dilaporkan, perlindungan terhadap warga sipil serta upaya mendorong pendekatan dialogis dinilai menjadi aspek krusial guna mencegah meluasnya dampak kemanusiaan dan menjaga stabilitas kawasan.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh juru bicara Sebby Sambom bersama Panglima Tinggi Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Peringatkan Warga Jangan Percaya Oknum Tim Pemekaran yang Pungut Uang

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meminta masyarakat di delapan kabupaten tidak…

3 jam ago

Dinkes Papua Tengah Gelar OJT Program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Deiyai

DEIYAI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar On the Job Training (OJT) Program…

4 jam ago

Wujudkan Visi-Misi Gubernur, Dinkes Papua Tengah Perkuat Kapasitas Nakes melalui OJT Pengendalian Penyakit Menular di Deiyai

DEIYAI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit…

4 jam ago

Korban Keracunan Makanan MBG di Depapre Bertambah, Puskesmas Siaga Penuh Tangani Pelajar

JAYAPURA, TOMEI.ID | Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis…

1 hari ago

Gubernur Dominggus Mandacan Ajak Masyarakat Papua Barat Jaga Kamtibmas Sambut HUT Ke-81 RI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menginstruksikan seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan…

2 hari ago

KNPB Pusat Bacakan Sembilan Pernyataan Sikap Politik, Serukan Aksi Nasional 15 Agustus di Tanah Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat bersama komponen perjuangan dan massa pendukung…

2 hari ago