Berita

Festival Cap Go Meh Papua Tengah 2026 Resmi Ditutup, Pemprov Tegaskan Harmoni sebagai Fondasi Pembangunan

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Cap Go Meh Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula KSKW, Nabire, Minggu (19/4/2026).

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum, Viktor Fun, menegaskan keberagaman merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah yang damai dan inklusif.

Acara penutupan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Bupati Nabire, Forkopimda Kabupaten Nabire, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, pimpinan BUMN dan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Ketua dan jajaran pengurus PSMTI Papua Tengah, para sesepuh PSMTI, serta masyarakat umum.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Plt. Asisten Administrasi Umum, Viktor Fun, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, PSMTI, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival, dengan kerja keras, kolaborasi solid, dedikasi tinggi, serta komitmen bersama.

Ia menilai, pelaksanaan Cap Go Meh tahun ini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga simbol kuatnya persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah, yang terus dijaga melalui semangat toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati.

“Festival Cap Go Meh dengan tema Pesona Budaya Harmoni Nusantara telah menjadi cerminan nyata kehidupan masyarakat yang majemuk, namun tetap hidup dalam semangat kebersamaan. Ini menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan perbedaan adalah anugerah,” ujar Viktor Fun saat membacakan sambutan Gubernur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai toleransi, saling menghargai, dan persatuan yang terbangun selama festival harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat tersebut merupakan fondasi penting dalam menciptakan Papua Tengah yang aman, harmonis, dan berkeadaban.

Selain aspek sosial dan budaya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan festival, terutama dalam mendorong pemberdayaan pelaku UMKM serta memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang damai dan terbuka bagi semua kalangan.

“Festival ini memberi dampak nyata, baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi. Ini sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama,” katanya.

Menutup sambutan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menutup rangkaian Festival Cap Go Meh 2026, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai persatuan dan menjadikan Papua Tengah sebagai rumah bersama yang aman, dihargai, dan penuh harapan bagi masa depan.

“Papua Tengah adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan hati, rasa hormat, dan tanggung jawab, demi persatuan, keadilan, kedamaian, dan masa depan generasi, serta memperkuat solidaritas, persaudaraan, stabilitas, dan kesejahteraan bersama,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mubes AMPJ di Nabire, Pemimpin Baru Ditantang Jaga Persatuan dan Bawa Nama Puncak Jaya

NABIRE, TOMEI.ID | Organisasi Asrama Mahasiswa Puncak Jaya (AMPJ) se-Kota Studi Nabire, Papua Tengah, menggelar…

7 jam ago

ILP Diuji di Lapangan, Dinkes Papua Tengah Evaluasi 8 Puskesmas Lokus

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah turun langsung melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev)…

7 jam ago

134 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Kapolda Paparkan 47 Kali Pemadaman dan Penyelidikan Karhutla

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 134 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Papua Tengah…

8 jam ago

Musa Boma Desak Pemda di Papua Tengah Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum bagi Pelaku Pembakar Hutla

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan pembakaran hutan di sejumlah wilayah delapan kabupaten di Papua Tengah mendapat…

8 jam ago

Rusia Serahkan Proses Hukum AP yang Ditahan di Wamena kepada Otoritas Indonesia

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Rusia menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum terhadap warga negaranya berinisial AP (39),…

9 jam ago

Kendaraan Berpelat Luar Masih Beroperasi di Manokwari, Samsat Soroti Potensi Pajak Daerah

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kendaraan berpelat nomor luar daerah masih bebas beraktivitas di Manokwari, sementara kewajiban…

13 jam ago