Berita

FGD IPDN Bedah Kemiskinan di Papua Tengah, Pemprov Perkuat Kebijakan Berbasis Bukti untuk Percepatan Pembangunan DOB

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Penelitian di Ruang Rapat Wakil Gubernur Papua Tengah, Kamis (30/7/2026). 

Forum ini digelar untuk menghimpun data dan rekomendasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran di daerah otonomi baru (DOB).

FGD dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa, dengan mengangkat tema “Inklusivitas Pembangunan dalam Pengentasan Kemiskinan pada Daerah Otonomi Baru (DOB).”

BACA JUGA: Pemprov Papua Tengah Matangkan Studi Kelayakan Peternakan, Bidik Kemandirian Pangan dan Penguatan Ekonomi Daerah

Kegiatan tersebut melibatkan tim peneliti IPDN, perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan pembangunan sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) guna mempercepat penanggulangan kemiskinan di Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Silwanus menegaskan penelitian IPDN menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penelitian strategis IPDN untuk menghimpun berbagai data, informasi, masukan, serta rekomendasi dari para pemangku kepentingan di Papua Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang menjawab tantangan pembangunan di wilayah DOB.

“Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang mampu menjawab tantangan kemiskinan di wilayah DOB,” kata Silwanus.

Selama diskusi, peserta membahas berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, hingga penguatan kapasitas pemerintahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

FGD juga menjadi forum penyamaan persepsi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan agar strategi penanggulangan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada capaian statistik, tetapi mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Hasil penelitian IPDN nantinya diharapkan menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih akurat, memperkuat efektivitas program pengentasan kemiskinan, serta mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Besok, Meki Nawipa akan Kunjungi Puncak Bawa Misi Pembangunan

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda…

8 jam ago

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

21 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

21 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

1 hari ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

1 hari ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

1 hari ago