Berita

FK Uncen Buka Prodi Spesialis Pertama di Papua, Anestesiologi Jalani Asesmen Lapangan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) mencatat tonggak sejarah baru dalam pengembangan pendidikan kesehatan di Tanah Papua dengan menjalani asesmen lapangan pembukaan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Program tersebut menjadi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama berbasis universitas di Papua, sekaligus menandai dimulainya pendidikan dokter spesialis secara mandiri.

Pembukaan prodi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis atas keterbatasan tenaga dokter spesialis, khususnya anestesiologi, yang selama ini menjadi kebutuhan krusial di rumah sakit rujukan Papua.

Selama ini, FK Uncen telah meluluskan 1.393 dokter umum. Namun, dokter asal Papua yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis harus menempuh studi ke luar daerah bahkan ke luar pulau, dengan biaya dan keterbatasan akses yang tidak ringan.

Dekan FK Uncen, dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menyatakan bahwa persiapan pembukaan PPDS Anestesiologi telah dilakukan secara berkelanjutan selama lebih dari tiga tahun.

“Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Dokter lulusan Uncen atau yang saat ini bekerja di Papua tidak perlu lagi mencari pendidikan spesialis ke luar daerah, tetapi dapat menempuh pendidikan langsung di Jayapura,” ujar Inneke saat asesmen lapangan di Rektorat Uncen, Waena, Rabu (4/2/2026).

Menurut Inneke, pembukaan PPDS Anestesiologi tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pemerataan tenaga kesehatan dan penguatan layanan medis di Papua.

dr. Inneke Viviane Sumolang menambahkan, FK Uncen juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta Bedah sebagai lanjutan pengembangan pendidikan dokter spesialis.

“Asesmen lapangan ini merupakan langkah awal menuju kemandirian pelayanan kesehatan di Papua. Sumber daya manusia kami sudah siap,” katanya.

Terkait penerimaan mahasiswa, FK Uncen menargetkan seleksi dapat dibuka pada Juni 2026, dengan sasaran dokter umum yang akan melanjutkan pendidikan spesialis, serta memprioritaskan dokter yang saat ini bertugas di wilayah Papua.

Dari sisi sarana pendukung, FK Uncen memastikan kesiapan infrastruktur dan rumah sakit pendidikan. RSUD Jayapura (RS Dok II) dan RSUD Abepura telah dinyatakan siap dari aspek fasilitas dan peralatan medis.

Pendidikan klinis PPDS Anestesiologi akan dilaksanakan di RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSUD Yowari, serta rumah sakit jejaring lainnya di Jayapura dan sekitarnya. Mahasiswa PPDS juga akan terlibat langsung dalam pelayanan dan penelitian bersama dokter spesialis sebagai dosen pendidik klinis.

Rektor Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Oscar Oswaldo Wambraw, menegaskan bahwa penyelenggaraan PPDS dilakukan melalui sinergi antara Uncen, Pemerintah Provinsi Papua, dan rumah sakit pendidikan sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat layanan kesehatan daerah.

Asesmen lapangan dilaksanakan oleh Tim Satgas Percepatan PPDS Kemendikti Saintek bersama Kolegium Anestesi Indonesia, yang dipimpin Dr. dr. Reza Widianto Sudjud, Sp.An-TI, dan Dr. dr. Hamzah, Sp.An-TI.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan rumah sakit di Jayapura dan Sentani, anggota DPR Papua, serta dokter spesialis anestesi yang diproyeksikan menjadi dosen pengajar.

Masyarakat Papua menaruh harapan besar agar asesmen berjalan mulus sehingga FK Uncen segera membuka penerimaan angkatan pertama dokter spesialis anestesi yang ditempa langsung di Papua untuk mengabdi bagi pelayanan kesehatan orang Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

HUT Ke-4 Papua Tengah Resmi Dimulai, Meki Nawipa: Momentum Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun…

11 jam ago

Asrama Mahasiswa Yalimo Garap Kebun Produktif, Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Pangan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Yalimo Kota Studi Manokwari, Papua Barat, memulai pengembangan kebun produktif…

14 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Minta Minimal 30 Persen Dana Otsus Pendidikan Mulai 2027 Dialokasikan untuk Dukung SSH dan Peningkatan Mutu Pendidikan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten…

14 jam ago

Enam Provinsi di Tanah Papua Sepakati 18 Langkah Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus, KPK: Jangan Berhenti di Tanda Tangan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Enam pemerintah provinsi di Tanah Papua menyepakati 18 langkah strategis untuk memperbaiki…

15 jam ago

Pendidikan Jadi Prioritas, Gubernur Meki Nawipa Minta Lulusan PGSD Siap Mengabdi hingga Pedalaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan pendidikan tetap menjadi prioritas utama…

17 jam ago

PSHT Manokwari Kukuhkan Warga Baru Tingkat I 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Persaudaraan dan Lawan Ketidakadilan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Manokwari, Ranting Manokwari Barat, Sub…

24 jam ago