Berita

FMY Yahukimo Gelar Seminar dan Konsolidasi Terbuka Bahas Isu Militerisme dan Investasi

DEKAI, TOMEI.ID | Front Mahasiswa Yahukimo (FMY) Se-Indonesia menggelar seminar dan konsolidasi terbuka di GOR Apyu, Kota Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, pada Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Yahukimo di Bawah Ancaman Militer dan Investasi” dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, pemuda, dan organisasi lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan tokoh lokal dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk membahas dinamika keamanan, kondisi sosial masyarakat, serta dampak investasi di wilayah Yahukimo.

Dalam sesi materi, para pemateri menyoroti kondisi keamanan di Yahukimo sejak tahun 2021 hingga 2026 yang dinilai masih diwarnai situasi militerisasi di sejumlah wilayah. Mereka menilai masyarakat sipil kerap menghadapi tekanan, pengungsian, penyisiran aparat, serta dampak kemanusiaan seperti sakit dan kematian di lokasi pengungsian.

Selain isu keamanan, forum juga membahas potensi ancaman investasi terhadap ruang hidup masyarakat, antara lain rencana pengelolaan sumber daya di Blok Soba, tambang batu bara di Suru-Suru, serta proyek lahan di wilayah Logpon, Distrik Dekai. Para peserta menilai investasi perlu diawasi agar tidak menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang merugikan masyarakat.

Forum turut menyinggung agenda pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Yahukimo, seperti rencana pemekaran Yalimek, Yahukimo Timur, Yahukimo Barat Daya, dan wilayah lainnya. Sejumlah peserta menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu fragmentasi sosial apabila tidak disertai kajian mendalam dan partisipasi masyarakat.

Seminar dan konsolidasi ini menghadirkan empat narasumber, yakni perwakilan Mahasiswa KAMUS Bayage, Tokoh Masyarakat Alipia Yalak, Tokoh Pemuda & Intelektual Silas Asso, serta perwakilan Front Justice Tobias Silak, dan moderator Marcho Pahabol. Forum menghasilkan seruan agar seluruh elemen masyarakat membangun solidaritas dan bersikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat Yahukimo.

Penanggung jawab kegiatan, Appul Heluka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pelajar yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini adalah ruang refleksi bersama agar kita tetap peka terhadap situasi sosial di Yahukimo,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan agar dialog publik terus diperkuat sebagai bagian dari kesadaran kolektif masyarakat Yahukimo dalam menyikapi perkembangan situasi keamanan dan investasi di tanah mereka. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Terima 34 Motor dari Gubernur, Wim Joani: Bantu Ekonomi dan Buka Lapangan Usaha

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Penerima bantuan sepeda motor dari Gubernur Papua Tengah, Meki Frit Nawipa,…

14 jam ago

Meki Nawipa Targetkan Intan Jaya Terang 24 Jam Mulai Desember 2026

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan Kabupaten Intan Jaya mulai menikmati…

15 jam ago

Meki Nawipa Cek Sekolah dan PLN di Intan Jaya, Janji Percepat Pembangunan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Frit Nawipa, bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan…

16 jam ago

Pasokan Menipis, Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melonjak hingga Rp700.000…

17 jam ago

Pelajar Tolak MBG, Kadisdikbud Papua Tengah: Kewenangan Ada di BGN

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, menegaskan pihaknya…

17 jam ago

Kapolres Nabire Akui Aksi Tolak MBG Berjalan Aman, 467 Personel Gabungan Dikerahkan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengakui aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa…

24 jam ago