WAMENA, TOMEI.ID | Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, Fransina Daby, memberikan klarifikasi atas polemik yang muncul setelah video wawancaranya dalam acara Kuali Merah Putih di Lapangan Hepuba, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (1/8), beredar luas di media sosial.
Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan anggapan bahwa dirinya terlibat sebagai penyelenggara kegiatan.
Fransina menegaskan kehadirannya di lokasi hanya untuk memenuhi undangan Bupati Jayawijaya sebagai tamu yang diminta menyanyi. Ia membantah memiliki peran sebagai panitia maupun penyelenggara acara.
“Saya hanya diundang oleh Pak Bupati Jayawijaya untuk menyanyi. Tiba-tiba saya dipanggil wartawan dan diwawancarai. Saya bingung, karena di situ bukan saya saja DPR, ada juga anggota DPR lain yang hadir,” ujar Fransina Daby di Wamena, Sabtu (1/8).
Menurut Fransina, wawancara tersebut berlangsung secara spontan. Namun, rekaman videonya kemudian dipublikasikan tanpa persetujuannya sehingga memunculkan kesalahpahaman dan berdampak pada nama baiknya sebagai anggota DPR Papua Pegunungan.
“Video ini sangat merugikan dan menghancurkan nama baik saya. Saya merasa dijebak karena video itu dinaikkan sepihak tanpa izin saya,” tegasnya.
Ia menilai klarifikasi perlu disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai alasan kehadirannya dalam acara tersebut. Fransina juga menegaskan tidak pernah memiliki kepentingan ataupun keterlibatan sebagai bagian dari penyelenggara kegiatan.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua apabila video yang beredar telah menimbulkan kekecewaan maupun kesalahpahaman.
“Dengan kasih Kristus saya terbuka bicara. Saya mau minta maaf jika video saya membuat kalian sakit hati. Tuhan tahu hati saya, saya tidak berniat menimbulkan prasangka buruk,” ungkapnya.
Fransina berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang dan mengakhiri polemik di ruang publik. Ia juga berkomitmen lebih berhati-hati dalam memberikan keterangan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kiranya dengan video ini langkah selanjutnya saya bisa berhati-hati. Tuhan Yesus memberkati,” tutupnya. [*].
JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…
NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…
NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…