Berita

Gedung Belum Diperbarui, SD Inpres Balingga Desak Pemkab Lanny Jaya Buka Akses Jalan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan infrastruktur pendidikan yang masih membelenggu, SD Inpres Balingga di Kabupaten Lanny Jaya mendesak Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera membangun gedung sekolah baru dan membuka akses jalan menuju satuan pendidikan tersebut demi menunjang kegiatan belajar yang layak.

Permintaan itu disampaikan karena kondisi infrastruktur sekolah dinilai belum memadai untuk menunjang proses belajar mengajar bagi 89 siswa, sekaligus memastikan guru dan peserta didik memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Plt Kepala Sekolah SD Inpres Balingga, Tirius Tabuni, mengatakan dirinya telah berada di sekolah tersebut sejak 1988 hingga sekarang, namun gedung sekolah belum pernah dibangun ulang maupun menjalani renovasi secara total.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah agar lingkungan belajar siswa menjadi lebih layak dan aman.

“Saya di sekolah ini sejak tahun 1988 hingga sekarang, dan gedung sekolah ini belum pernah dibangun ulang atau direnovasi total. Kami sangat mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya dapat segera membangun gedung sekolah baru,” ujar Tirius Tabuni, Selasa (22/9/2026).

Selain kondisi bangunan, akses transportasi menuju sekolah juga menjadi persoalan yang masih menghambat mobilitas guru dan siswa, sekaligus membatasi kelancaran aktivitas pendidikan dan memperberat akses layanan belajar bagi masyarakat setempat.

Pihak sekolah meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya membuka akses jalan dari Distrik Ayumnati menuju SD Inpres Balingga sehingga perjalanan menuju sekolah dapat lebih mudah, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas pendidikan.

Di tengah keterbatasan tersebut, sekolah tetap melakukan pembenahan fasilitas pembelajaran menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap II. Salah satu bentuk pembenahan dilakukan dengan mengganti papan tulis kapur menjadi papan tulis spidol, disertai pembagian seragam sekolah dan sarana olahraga bagi para siswa.

Pembenahan tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus memberikan fasilitas dasar yang lebih memadai bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6. Namun, peningkatan fasilitas sederhana tersebut belum menjawab kebutuhan utama sekolah terhadap bangunan yang layak dan akses transportasi yang memadai.

Tirius juga mengapresiasi semangat para siswa dan jajaran guru honorer yang tetap menjaga proses pembelajaran tetap berjalan aktif sepanjang Juni hingga September 2026, meski menghadapi keterbatasan fasilitas, akses transportasi, dan kondisi lingkungan sekolah yang belum memadai.

Menurutnya, keterbatasan sarana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak di wilayah tersebut, karena keberlanjutan pembelajaran menjadi kunci menjaga harapan dan masa depan generasi muda setempat.

Persoalan lain yang turut disoroti adalah ketidaksesuaian administrasi wilayah dan tata kelola lokasi sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lanny Jaya. Pihak sekolah menilai persoalan tersebut perlu segera ditertibkan agar status lokasi sekolah memiliki kejelasan administratif sesuai kondisi faktual di lapangan.

“Secara administratif, keberadaan SD Inpres Balingga saat ini secara faktual berada di wilayah Distrik Bruwa, namun status lokasinya masih terdaftar di Distrik Balingga dan sebagian tercatat di Distrik Pirime. Kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera memperbarui status administratif dan lokasi sekolah ini agar sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tegasnya.

Tirius menekankan, pembenahan pendidikan di wilayah terpencil membutuhkan perhatian dan keseriusan pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah, pembukaan akses jalan, serta penataan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak memperoleh layanan pendidikan yang layak.

“Pendidikan menurut kami sangatlah penting dan harus dilakukan penataan ulang secara serius, menyeluruh, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan anak-anak di wilayah terpencil,” pungkasnya. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

11 jam ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

1 hari ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

1 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

1 hari ago

Delapan Tahun Deklarasi Manokwari, Karhutla Mengancam Papua: YLBHI Desak Darurat Bencana dan Penghentian PSN Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…

1 hari ago

Darki Uropmabin: Mahasiswa Papua Harus Ambil Peran dalam Penyelesaian Krisis Kemanusiaan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Papua sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Universitas Cenderawasih (Uncen), Darki…

1 hari ago