NABIRE, TOMEI.ID | Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (17/9/2025) dini hari pukul 03.58 WIT.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa memiliki magnitudo M4,3 dengan episenter di koordinat 3,52° LS dan 135,49° BT, tepatnya 18 kilometer barat daya Nabire pada kedalaman 21 kilometer.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Yustus Rumakiek, S.Si, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Yustus dalam keterangan resmi BMKG.
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Nabire dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran cukup kuat terasa di dalam rumah dan digambarkan seperti ada truk besar yang melintas.
Hingga pukul 04.20 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat diminta untuk tetap waspada namun tenang, serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.
BMKG mengimbau agar warga hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, website resmi www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, channel Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile BMKG di iOS dan Android. [*].
JAYAPURA, TOMEI.ID | Perempuan Kimyal didorong untuk mengambil peran lebih besar sebagai pemimpin, agen perubahan,…
NABIRE, TOMEI.ID | Komandan TPNPB di Intan Jaya, Mayor Aibon Kogoya, meminta Pemerintah Indonesia dan…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama organisasi kepemudaan…
Oleh: Shon Adii Setiap kali Piala Dunia berlangsung, jutaan orang larut dalam euforia. Uang dihabiskan…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melakukan…
PANIAI, TOMEI.ID | Sebanyak 132 guru kontrak program 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) siap bertugas…