Berita

Gerakan Pangan Murah Papua Barat Bantu Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor TVRI Manokwari, Kabupaten Manokwari, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Juli 2026, ini merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Pemerintah berharap langkah ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi di Papua Barat.

Pejabat Fungsional Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Nency T.L. Wyzer, SH., M.M., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjaga serta mudah diakses oleh masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi atau di bawah harga pasar.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, dan instansi terkait.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, akses terhadap pangan semakin mudah, serta stabilitas harga kebutuhan pokok di Papua Barat dapat dipertahankan secara berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Sambut HUT Ke-81 RI, Dukcapil Papua Tengah dan Nabire Buka Layanan Adminduk Gratis

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil dan…

9 jam ago

Fraksi Demokrat Kritik Kinerja Pemprov Papua Pegunungan, Soroti Serapan APBD dan Kemiskinan

WAMENA, TOMEI.ID | Fraksi Demokrat DPR Papua Pegunungan mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam…

12 jam ago

Deinas Geley Turun ke Jalan Bagikan Bendera, Ajak Warga Papua Tengah Semarakkan HUT Ke-81 RI

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, turun langsung ke jalan di Nabire,…

13 jam ago

Dinkes Papua Tengah Matangkan Renja 2027, Strategi “SPM 2+1” Jadi Penguatan Layanan di Delapan Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mematangkan Rencana Kerja (Renja) 2027 dengan…

13 jam ago

HUT Ke-81 RI di Papua Tengah, Persiapan Capai 80 Persen

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

1 hari ago

Dinkes Papua Tengah Perkuat Integrasi Layanan Primer, 150 Puskesmas Jadi Sasaran Penguatan Kapasitas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan memperkuat Integrasi Layanan Primer…

1 hari ago