Gubernur Meki Nawipa Dorong Pangan Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Petani Papua Tengah

oleh -1176 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong pengembangan pangan lokal, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan kapasitas penyuluh untuk mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat. 

BACA JUGA: TPHKP Papua Tengah Perkuat Penyuluh Pertanian, Dorong Kemandirian Petani

banner 728x90

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang dibacakan H. Tumiran, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Penerapan Penyuluhan Pertanian di Aula RRI Nabire, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 ini menghadirkan kelompok tani dan penyuluh pertanian dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak boleh hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama petani lokal.

“Pertanian bukan hanya berkaitan dengan kegiatan menghasilkan bahan pangan, tetapi juga berhubungan dengan ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan kesejahteraan petani,” demikian disampaikan dalam sambutan gubernur yang dibacakan Tumiran.

Gubernur juga menyoroti potensi pangan lokal Papua Tengah yang perlu dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan. Potensi tersebut perlu didukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, penerapan teknologi, pengolahan hasil pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

Dalam upaya tersebut, penyuluh pertanian memiliki peran strategis untuk memastikan pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

“Penyuluh pertanian tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mendampingi petani, membantu mengidentifikasi permasalahan, serta mendorong penerapan metode pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah kita masing-masing,” ujarnya.

Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh harus berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan petani. Pendampingan yang efektif diharapkan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usaha pertanian secara lebih mandiri.

Bimtek tersebut mencakup sejumlah materi penting, antara lain budidaya pangan lokal, penguatan kelembagaan petani dan penyuluh, pengelolaan irigasi, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian. Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan potensi setiap wilayah.

Selain peningkatan produksi, Gubernur menekankan pentingnya diversifikasi pangan lokal untuk memperluas pilihan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas unggulan daerah.

Pengolahan hasil pertanian setelah panen juga menjadi perhatian. Hasil pertanian, menurutnya, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat memperluas peluang usaha masyarakat.

Melalui pengembangan pangan lokal, penguatan penyuluh, dan peningkatan kemampuan petani, pemerintah berharap sektor pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Papua Tengah.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh melalui bimtek diterapkan dalam pendampingan dan pengelolaan usaha tani di lapangan, sehingga penguatan kapasitas tidak berhenti pada pelatihan, tetapi turut mendukung kemandirian petani dan ketahanan pangan daerah. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.