Berita

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Sengketa Tapal Batas Kapiraya Tuntas Sebelum Desember

DEIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan sengketa tapal batas Kapiraya yang selama ini memicu ketegangan antarmasyarakat dapat diselesaikan sebelum Desember 2026.

BACA JUGA: Kunker ke Deiyai, Meki Nawipa Soroti Asrama dan Ekonomi Mama-Mama Papua

Pernyataan tersebut disampaikan Meki saat berdialog dengan masyarakat Kabupaten Deiyai di Aula Tuyana, Wagete, Selasa (8/9/2026).

Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah, termasuk desakan agar persoalan tapal batas Kapiraya segera mendapat kepastian penyelesaian demi mencegah konflik dan menjaga keamanan masyarakat setempat.

Masyarakat mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan batas wilayah tersebut. Desakan itu muncul karena sengketa tapal batas Kapiraya dinilai berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik berkepanjangan apabila tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Bicara soal tapal batas Kapiraya kita akan selesai sebelum Desember,” ujar Meki.

Untuk mempercepat proses penyelesaian, Meki berencana mempertemukan tiga kepala daerah yang berkaitan dengan persoalan tersebut, yakni Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membahas persoalan tapal batas secara bersama-sama.

“Dalam waktu dekat saya akan undang Bupati Timika, Deiyai dan Dogiyai,” lanjutnya.

Meki menegaskan penyelesaian persoalan tapal batas tidak hanya ditempuh melalui mekanisme pemerintahan. Pendekatan adat juga akan menjadi bagian penting dalam mencari jalan keluar yang dapat diterima masyarakat.

“Kita akan selesaikan secara adat,” tegas Meki.

Selain persoalan tapal batas, Meki menyoroti kondisi Kapiraya yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Persoalan konektivitas tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Menurut Meki, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mengkaji pembangunan jalan yang menghubungkan Deiyai dan Kapiraya sebagai bagian dari upaya memperkuat akses serta membuka konektivitas masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami akan bangun jalan dari Deiyai Kapiraya,” pungkasnya.

Rencana penyelesaian sengketa tapal batas dan pembangunan akses jalan tersebut menjadi dua agenda yang diarahkan untuk memperkuat kondisi Kapiraya.

Penyelesaian persoalan wilayah diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat, sementara pembukaan akses dapat memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Kapiraya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Dorong RRI Perkuat Suara Masyarakat dan Jaga Kepercayaan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) memperkuat perannya…

6 jam ago

Deinas Geley: Delapan Kabupaten Harus Dapat Kesempatan dalam Pembinaan Sepak Bola

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan tata kelola PSSI Papua Tengah…

6 jam ago

Dogiyai Beri 67 Ribu Suara, Meki Nawipa: Saya Balas dengan Pembangunan, Bukan Uang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan dukungan politik masyarakat Kabupaten Dogiyai tidak…

6 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Jangan Miras dan Makan Pinang di Tempat Sakral, Jaga Warisan Leluhur Meeuwo

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menjaga tempat-tempat yang…

6 jam ago

Wagub Deinas Geley Dorong Wartawan Ukir Ribuan Kata untuk Papua

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong wartawan di Paniai terus bekerja…

1 hari ago

IDI Papua Tengah 2025 Capai 59,24, Ukkas Dorong RAD Demokrasi Lebih Terukur

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kualitas demokrasi melalui penyusunan Rencana…

1 hari ago