Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Komitmen Beasiswa KIP untuk Anak Papua Tengah

oleh -1149 Dilihat
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley menyerahkan bantuan laptop kepada pelajar SMA/SMK di Kabupaten Mimika sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua Tengah. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memastikan anak-anak asli Papua memperoleh akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Meki Nawipa saat menyerahkan bantuan laptop kepada pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Mimika, Sabtu (24/1/2026).

banner 728x90

baca juga: Gubernur Meki Nawipa Lakukan Terobosan Pendidikan, Salurkan Laptop Gratis bagi Pelajar SMA/SMK

Gubernur menyebut pemerintah provinsi saat ini tengah mengupayakan kuota sebanyak 1.714 beasiswa KIP bagi pelajar Papua Tengah. Beasiswa tersebut dipastikan diperuntukkan bagi anak-anak Papua yang lahir dan besar di Tanah Papua serta merupakan orang asli Papua.

“Kita sedang berjuang untuk 1.714 beasiswa dari KIP. Kita pastikan anak-anak Papua, yang lahir dan besar di sini, orang asli Papua, semua harus dapat,” tegas Gubernur Meki Nawipa di hadapan pelajar penerima bantuan di Mimika.

baca juga: BERITA FOTO: Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Komitmen Beasiswa dan Serahkan Laptop untuk Pelajar Intan Jaya

Gubernur Meki menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mulai melakukan pendataan dan pendaftaran calon penerima beasiswa, termasuk sekitar 200 pelajar di wilayah Timika. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mimika memperoleh porsi kuota yang relatif lebih besar.

“Di Timika kuotanya lebih banyak. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik,” ujarnya, untuk mendukung kelanjutan pendidikan dan masa depan pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak masyarakat Papua untuk mengubah pola pikir dan tidak menggantungkan harapan hanya pada satu pihak, seperti Freeport, baik dalam pendidikan maupun kesempatan kerja.

“Tidak harus berharap ke Freeport saja. Kita harus ubah pola pikir. Freeport bukan segalanya. Kita bisa sukses di mana saja,” ajaknya, demi kemandirian dan daya saing generasi Papua.

Menurut Gubernur, baik Pemerintah Kabupaten Mimika maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan berbagai dukungan pendidikan, termasuk pemanfaatan program beasiswa dari pemerintah pusat melalui KIP.

Selain itu, Gubernur menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Papua Tengah telah menyiapkan 100 beasiswa khusus bagi pelajar SMA kelas 3 yang berminat melanjutkan pendidikan ke fakultas kedokteran.

“Ini khusus kami siapkan untuk anak-anak SMA kelas 3 yang ingin menjadi dokter,” katanya, guna memenuhi kebutuhan tenaga medis Papua Tengah.

Gubernur menegaskan bahwa pelaksanaan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dilakukan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun asal daerah. Seluruh siswa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengakses beasiswa pendidikan.

“Kita bangun Papua Tengah secara bersama-sama. Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa,” tegasnya, tanpa diskriminasi latar belakang sosial, wilayah, maupun ekonomi.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa kuota beasiswa untuk Kabupaten Mimika mencapai 1.204 orang dan saat ini pemerintah tengah menyusun daftar penerima, sebagai bagian upaya pemerataan akses pendidikan tinggi daerah.

“Artinya tidak ada alasan anak-anak Timika tidak kuliah. Kalau masih kurang, nanti gubernur dan bupati yang bantu,” ujarnya, sebagai wujud tanggung jawab bersama pemerintah daerah setempat.

Gubernur Meki berharap perjuangan kolektif ini mampu melahirkan sumber daya manusia Papua Tengah yang unggul, berdaya saing, dan mampu mendorong masuknya investasi demi masa depan daerah, secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan daerah jangka panjang.

“Tidak ada yang tertinggal. Semua mendapat kesempatan yang sama,” tutupnya, sebagai prinsip utama kebijakan afirmasi pendidikan Papua Tengah. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.