Berita

Hardiknas 2026, PMKRI Luncurkan “Mace Papua” untuk Cetak Entrepreneur Muda Berbasis Potensi Lokal

JAKARTA, TOMEI.ID | Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Periode 2024–2026 untuk memperkuat gerakan kewirausahaan anak muda melalui peluncuran produk kopi lokal bertajuk “Mace Papua”.

Peluncuran produk hasil kolaborasi antara PP PMKRI dan Kampus Kopi tersebut berlangsung pada Jumat, 2 Mei 2026, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi kader muda PMKRI di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemasaran produk kopi, tetapi juga penguatan kapasitas kader melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, monitoring bisnis, hingga penyusunan business plan secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kampus Kopi dan Pengurus Pusat PMKRI yang ditindaklanjuti oleh bidang kebendaharaan PP PMKRI sebagai bagian dari pengembangan program ekonomi kreatif organisasi.

Produk “Mace Papua” sendiri merupakan kopi olahan hasil produksi pemuda asli Papua di wilayah Wamena. Kopi tersebut diproses menjadi bubuk kopi siap edar dengan target pemasaran yang akan diperluas melalui jejaring keuskupan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain Papua, Flores menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan program. Melalui kolaborasi dengan sejumlah keuskupan di Flores, program ini nantinya akan melibatkan masyarakat Manggarai dan Flores dalam pelatihan kewirausahaan sekaligus mendukung penguatan ekonomi petani kopi lokal.

Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2024–2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi entrepreneur muda yang siap menghadapi tantangan bonus demografi Indonesia.

“Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi lokal yang sangat besar dan perlu dikembangkan oleh generasi muda. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, gereja, pemuda, dan sektor swasta untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis potensi lokal di daerah masing-masing,” tegas Susana.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya dan potensi lokal yang dapat menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara serius oleh generasi muda.

“Indonesia memiliki kekayaan potensi lokal yang luar biasa. Anak muda harus hadir menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi tersebut agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi di daerah,” ujarnya.

Melalui program “Mace Papua”, PMKRI berharap gerakan kewirausahaan berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas ekonomi anak muda, memperluas peluang usaha kader di daerah, sekaligus mendukung kesejahteraan para petani kopi lokal di berbagai wilayah Indonesia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KADIN Papua Tengah Desak Pemerintah Amankan Air Bersih di Tengah Ancaman El Nino

NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi…

2 jam ago

Panah Papua Soroti 1.473 Hotspot, Desak Penanganan Karhutla Lindungi Ruang Hidup OAP

MANOKWARI, TOMEI.ID | Perkumpulan Panah Papua menyoroti meningkatnya sebaran titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah…

3 jam ago

Hadapi Puncak Kemarau, Kapolda Papua Tengah Perintahkan Tujuh Langkah Antisipasi Karhutla

NABIRE, TOMEI.ID | Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau, Kapolda…

3 jam ago

KNPB Nabire Ajukan Tujuh Tuntutan, Soroti Konflik dan Penanganan Pengungsi Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Wilayah Nabire dengan sikap…

18 jam ago

KNPB Balim Barat dan Ndugama Tolak Rencana Pendataan Ulang Pengungsi oleh KemenHAM RI

WAMENA, TOMEI.ID | Dengan sikap tegas di tengah polemik penanganan pengungsi, Badan Pengurus Wilayah Komite…

18 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Perintahkan Delapan Kabupaten Bentuk Satgas Hadapi Karhutla dan Dampak El Nino

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

19 jam ago