Uncategorized

Hari HAM Internasional, KNPB Sorong Raya Gelar Aksi “Darurat HAM di Papua”

SORONG, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raya bersama KNPB wilayah Maybrat menggelar aksi long march dan mimbar bebas untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Rabu (10/12/2025).

Aksi ini menyoroti situasi darurat HAM di Tanah Papua dengan tema “Indonesia bertanggung jawab atas pelanggaran HAM Berat selama 64 tahun di Papua”.

baca juga: Kesaksian Pilu di LBH Kaki Abu: 2.000 Pengungsi Maybrat Hidup di Bawah Kontrol Militer

Massa aksi berkumpul di sejumlah titik, termasuk Sorpus, Jalan Baru, Halte Dum, Malanu, Kilometer 10 Lampu Merah, dan Alun-Alun Aimas, sebelum bergerak menuju titik aksi utama di Lampu Merah Maranatha, depan Toko Elin Km 7 Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Koordinator aksi Anes Heluka menyatakan bahwa peringatan Hari HAM Internasional ke-77 ini dibayangi oleh pelanggaran HAM yang tak kunjung usai di Papua. Anes menekankan bahwa hak asasi manusia adalah fundamental yang melekat pada setiap individu sejak lahir, namun realitas di Papua menunjukkan kejahatan kemanusiaan terus terjadi.

baca juga: Dihadang Polisi, KNPB dan SOMAP Tetap Gelar Mimbar Bebas Suarakan Pelanggaran HAM di Papua

“Aksi ini serentak digelar di seluruh Tanah Papua. Rakyat Papua yang melawan ketidakadilan hari ini turun ke jalan mengungkap fakta pelanggaran HAM di Tanah Papua,” kata Anes.

Anes menyoroti sejumlah kasus pelanggaran berat, seperti Wasior Berdarah 2001, Wamena Berdarah 2003, dan Paniai Berdarah 2014, yang menurutnya belum terselesaikan. Dirinya juga menegaskan bahwa pelanggaran HAM di Papua tidak hanya soal kemanusiaan, tetapi juga eksploitasi sumber daya alam oleh korporasi dan negara, serta perampasan tanah adat yang mengancam hak hidup masyarakat asli.

Ketua KNPB Wilayah Maybrat, Adam Sorry, dalam orasinya secara tegas menyebut kehadiran Indonesia di Tanah Papua adalah ilegal, menuding Pepera 1969 sebagai proses yang tidak sesuai standar hukum internasional. Ia mengklaim motif aneksasi tersebut adalah kongkalikong untuk merampas sumber daya alam.

baca juga: Hari HAM Sedunia, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Tuntut Penarikan Militer: “Kami Butuh Guru, Bukan Militer”

“Perjuangan Papua bukan ada di Indonesia, tapi di dunia. Tunggu waktu saja,” ujar Adam, yang juga mendesak pemerintah daerah menghentikan program transmigrasi dan izin perusahaan di wilayah konflik.

Suara perlawanan juga datang dari Yabalak Nirigi, seorang perempuan Papua. Ia menyerukan kepada seluruh rakyat Papua untuk melawan penindasan dan perampasan tanah adat.

“Kami yang ada, rakyat yang bisa ini, kita harus melawan. Jangan diam, teman-teman. Jangan takut,” serunya.

Aksi long march yang berlangsung damai dan bermartabat ini berjalan lancar dengan pengamanan dari aparat kepolisian yang turut mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban umum. Aksi dibubarkan dengan aman. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meksiko Tundukkan Afrika Selatan 2-0, Dua Pemain Lawan Digusur Kartu Merah

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko membuka kiprahnya di Grup A Piala Dunia 2026 dengan kemenangan…

7 jam ago

Meksiko Dominan, Tutup Babak Pertama dengan Keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan

MEKSIKO, TOMEI.ID | Timnas Meksiko menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Afrika Selatan setelah…

8 jam ago

FIFA Diminta Bayar Rp1,7 Miliar kepada Wasit Afrika yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026

MEKSIKO, TOMEI.ID | FIFA didesak memberikan kompensasi sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar kepada…

11 jam ago

Karakter dan Ilmu Jadi Kunci Kemajuan Papua Tengah, Pesan Mendalam Gubernur Meki di Penamatan Siswa Sekolah Genius

TAMNGERANG, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM)…

12 jam ago

Satu Warga Sipil Disiksa Saat Diperiksa Aparat di Yahukimo, Empat Orang Akhirnya Dibebaskan

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Seorang warga sipil dilaporkan mengalami penyiksaan saat menjalani pemeriksaan oleh aparat keamanan…

14 jam ago

Gubernur Papua Lepas 341 Kontingen Pesparawi Nasional XIV, Minta Harumkan Nama Daerah

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, resmi melepas 341 anggota kontingen Provinsi Papua…

14 jam ago