WAMENA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Pegunungan resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA), serta Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) I dengan mengusung tema “Kolaborasi HIPMI untuk Papua Pegunungan Bangkit, Maju & Mandiri”.
Kegiatan yang berlangsung di Wamena itu menjadi RAKERDA perdana HIPMI Papua Pegunungan sejak provinsi tersebut resmi dimekarkan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga panggung strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah dan melahirkan generasi pengusaha muda asli Papua yang mandiri serta mampu menciptakan lapangan kerja.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekda Provinsi Papua Pegunungan, Lukas Kossay, mewakili Gubernur Papua Pegunungan John Tabo. Hadir pula Rogi Kurniawan dari Departemen OKK BPP HIPMI mewakili Ketua Umum BPP HIPMI, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Pegunungan Anthonius Wetipo, jajaran pengurus BPD dan BPC HIPMI se-Papua Pegunungan, para pengusaha muda, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari berbagai kabupaten.
Ketua Panitia, Dolpinus Weya, mengatakan pelaksanaan RAKERDA pertama HIPMI Papua Pegunungan memiliki makna besar di tengah dinamika sosial yang masih dihadapi masyarakat Wamena dan Papua Pegunungan.
“Kegiatan Rakerda ini pertama kali dilaksanakan di Papua Pegunungan. Dengan situasi yang begitu tidak memungkinkan di Wamena, kegiatan ini sangat berharga bagi kita semua,” ujar Dolpinus dalam sambutannya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan agar seluruh agenda pembangunan ekonomi yang dirancang organisasi tidak berakhir sia-sia.
“Kita harus menjaga kesatuan dan kebersamaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kalau di antara kita terjadi hal-hal yang kurang baik, maka program-program yang kita buat akan sia-sia,” katanya.
Dolpinus juga menekankan bahwa HIPMI merupakan organisasi besar yang telah melahirkan banyak tokoh nasional dan pemimpin penting di Indonesia. Karena itu, ia berharap generasi muda Papua Pegunungan menjadikan HIPMI sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan ekonomi Papua.
“HIPMI adalah organisasi besar yang telah melahirkan banyak pemimpin hebat dan menteri di Indonesia. Harapan kami, generasi muda Papua Pegunungan juga bisa menjadi pengusaha-pengusaha sukses ke depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Pegunungan, Anthonius Wetipo, menyoroti persoalan mendasar yang masih membelit Papua Pegunungan, terutama tingginya angka kemiskinan dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
“Dari 38 provinsi di Indonesia, Papua Pegunungan masih berada pada angka kemiskinan sekitar 30,3 persen. Jika konflik terus terjadi, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin sulit berkembang,” ujar Anthonius.
Menurutnya, kondisi keamanan yang belum stabil serta keterbatasan akses ekonomi menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan usaha di Papua Pegunungan. Karena itu, ia meminta seluruh kader HIPMI tampil sebagai agen perubahan ekonomi di tengah masyarakat.
“Kita tidak hanya berharap kepada pemerintah atau mitra strategis untuk membuka lapangan kerja. HIPMI harus menjadi agen yang mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” tegasnya.
Anthonius menilai penguatan UMKM dan industri rumah tangga harus menjadi prioritas utama dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.
“Ketika kita menghidupkan UMKM dan industri rumah tangga, kita sedang mencoba melahirkan hal-hal besar dari langkah kecil,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal agar pembangunan ekonomi berjalan bersama dan berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku ekonomi lokal, karena kami siap maju dan bertumbuh bersama membangun Papua Pegunungan,” ujarnya.
Selain itu, Anthonius menyoroti pentingnya akses digital bagi generasi muda Papua agar mampu bersaing di era modern sekaligus memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.
“Generasi muda harus diberikan akses digital agar bisa memasarkan produk-produk lokal, bukan hanya di pasar tradisional tetapi juga ke pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Dalam sambutan Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan Lukas Kossay, pemerintah menegaskan masa depan Papua Pegunungan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi membutuhkan keberanian generasi muda untuk membangun dunia usaha secara mandiri.
“Kita butuh anak-anak muda yang berani jadi pengusaha, berani membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mampu bersaing secara sehat,” kata Lukas Kossay.
Menurutnya, HIPMI memiliki posisi strategis dalam melahirkan ide, kreativitas, dan pemimpin ekonomi Papua di masa depan.
“HIPMI bukan hanya tempat berkumpul para pengusaha muda, tetapi juga tempat lahirnya ide, kreativitas, dan pemimpin ekonomi Papua ke depan,” ujarnya.
Ia menyebut Papua Pegunungan memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga sumber daya alam lainnya. Namun, keterbatasan transportasi dan tingginya biaya distribusi masih menjadi tantangan utama pengembangan ekonomi daerah.
Karena itu, pemerintah berharap HIPMI tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi wadah pendampingan generasi muda dalam membangun usaha, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan kapasitas kewirausahaan.
“Kalau pengusaha Papua maju, maka masyarakat juga akan ikut maju,” tegas Lukas Kossay.
Di kesempatan yang sama, Rogi Kurniawan yang mewakili Ketua Umum BPP HIPMI menyampaikan apresiasi atas semangat dan optimisme pengurus HIPMI Papua Pegunungan dalam membangun organisasi di provinsi baru tersebut.
Ia juga menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua Umum BPP HIPMI yang belum dapat hadir karena agenda organisasi lainnya.
“Kami dari BPP HIPMI akan selalu mendukung dan mendampingi HIPMI Papua Pegunungan untuk terus bertumbuh dan berkembang,” ujar Rogi.
Menurutnya, HIPMI Papua Pegunungan memiliki peluang besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua.
“Saya yakin HIPMI Papua Pegunungan mampu membawa kemajuan peradaban dan pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini,” katanya.
Rogi turut menyampaikan belasungkawa atas konflik dan musibah yang terjadi di Wamena dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami turut berduka cita atas korban jiwa yang terjadi. Kita doakan semoga kondisi di Wamena segera pulih dan masyarakat kembali hidup damai,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan RAKERDA-DIKLATDA-FORBISDA I ini, HIPMI Papua Pegunungan diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, membangun sinergi bersama pemerintah dan mitra strategis, serta melahirkan generasi pengusaha muda Papua yang inovatif, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa depan. [*].









