Berita

Ibadah Syukur 63 Tahun Injil Masuk Kimyal Digelar di Manokwari, Tokoh Senior Ajak Generasi Muda Introspeksi Diri

MANOKWARI, TOMEI.ID | Warga dan mahasiswa Suku Kimyal di Manokwari menggelar ibadah syukur memperingati 63 tahun Pekabaran Injil masuk ke Tanah Kimyal, Kabupaten Yahukimo, Kamis (9/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak umat mengevaluasi kedewasaan iman dan memperkuat pembinaan generasi muda.

Ibadah berlangsung di Gubuk Masowi, simbol persatuan tiga marga besar Kimyal, yakni Magayang, Sonyab, dan Maling. Ibadah dipimpin Pdt. Mika Sam, dengan dasar firman Roma 16:1.

Dalam khotbahnya, Pdt. Mika menegaskan peringatan enam dekade lebih Pekabaran Injil tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi ukuran pertumbuhan iman umat.

“Jika usia Injil masuk di Kimyal sudah 63 tahun, jika disamakan dengan usia manusia, ini sudah tua. Namun pertanyaannya, apakah iman dan kepercayaan sebagai buah Injil di Kimyal juga sudah dewasa?” ungkapnya.

Menurutnya, pemberitaan Injil harus dilandasi motivasi yang benar agar melahirkan komitmen yang teguh dalam mengikut Yesus Kristus. Ia juga mengingatkan masih adanya tantangan kehidupan rohani, termasuk praktik kepercayaan lama yang dinilai masih memengaruhi sebagian masyarakat.

Karena itu, ia mengajak umat terus bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan yang selaras dengan ajaran Kristus.

Ibadah syukur turut dihadiri Gembala Jemaat GIDI Misia Manokwari Pdt. Nonit Bahabol bersama para tokoh senior Kimyal, di antaranya Fernando Mirin, Salomo Magayang, Levina Maling, dan Lena Busup.

Dalam sambutannya, Fernando Mirin menegaskan ibadah syukur terlaksana atas dasar kerinduan bersama untuk memuliakan Tuhan, bukan karena kemewahan penyelenggaraan.

“Ini adalah bukti bahwa Injil hidup di tengah-tengah kita. Dekorasi atau kemeriahan bukanlah ukuran, tetapi hati yang datang untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan,” ujarnya.

Fernando juga mengajak generasi muda Kimyal melakukan introspeksi terhadap berbagai persoalan sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga moralitas, menaati Firman Tuhan, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, meningkatnya kasus HIV/AIDS di kalangan generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan iman, kepedulian sosial, dan penerapan pola hidup yang bertanggung jawab.

Peringatan 63 tahun Pekabaran Injil di Tanah Kimyal menjadi momentum memperkuat komitmen umat untuk mempertahankan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus membina generasi muda agar bertumbuh dalam iman dan karakter. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

11 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

11 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

11 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

12 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

13 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

13 jam ago