Berita

IDI Papua Anjlok ke Kategori Rendah, Pemprov Konsolidasikan Perbaikan Demokrasi

NABIRE, TOMEI.ID | Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Papua mengalami penurunan tajam dari 67,64 poin pada 2023 menjadi 56,55 poin pada 2024. Penurunan sebesar 11,09 poin itu menempatkan Papua dalam kategori rendah secara nasional dan menjadi alarm serius bagi tata kelola demokrasi daerah.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua langsung mengonsolidasikan langkah perbaikan melalui evaluasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). IDI kini tidak lagi dipandang sekadar indikator statistik, melainkan menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) gubernur.

baca juga: Pemprov Papua Terima Kunker Dubes Kanada, Perkuat Kerja Sama Perlindungan Perempuan dan Anak

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua, Raehanna Lampong, menegaskan bahwa capaian IDI memerlukan penanganan sistematis dan terukur karena berdampak langsung pada persepsi kualitas demokrasi di Papua.

“Penurunan ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada penilaian kualitas demokrasi di daerah,” ujar Raehanna dalam Focus Group Discussion (FGD) IDI Papua 2025 di Kantor Gubernur Papua, Rabu, (12/2/2026).

Raehanna Lampong menjelaskan bahwa penurunan IDI mencerminkan masih lemahnya sejumlah aspek fundamental, terutama kebebasan sipil, pemenuhan hak politik, dan kapasitas lembaga demokrasi. Indikator yang menjadi sorotan antara lain kinerja lembaga demokrasi, kualitas produk peraturan daerah, serta efektivitas pendidikan politik oleh partai politik.

Pejabat Kesbangpol tersebut menekankan bahwa pendidikan politik tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Pendidikan politik harus hadir dalam bentuk kegiatan nyata, seperti sosialisasi pemilu dan pembekalan bakal calon legislatif maupun kepala daerah.

“Pendidikan politik harus diwujudkan dalam kegiatan nyata seperti sosialisasi pemilu dan pembekalan bakal calon, bukan sekadar rapat koordinasi. Untuk memperkuat kualitas demokrasi secara substantif dan berkelanjutan,” tegas Raehanna.

Selain itu, dukungan anggaran hibah partai politik dinilai turut menentukan optimalisasi fungsi pendidikan politik. Tanpa pemanfaatan yang tepat sasaran, penguatan literasi politik masyarakat akan sulit tercapai.

Raehanna Lampong juga menyoroti bahwa nilai IDI berpengaruh terhadap persepsi stabilitas politik dan kepastian hukum di daerah. Dalam konteks ekonomi, kualitas demokrasi berbanding lurus dengan kepercayaan investor.

“Kalau nilai IDI tinggi berarti demokrasi di provinsi ini dinilai baik sehingga investor tidak ragu menanam modal. Dalam perspektif pembangunan dan stabilitas ekonomi daerah,” ujar Raehanna.

Sejumlah studi tata kelola pemerintahan menunjukkan bahwa stabilitas politik, kepastian regulasi, dan partisipasi publik menjadi faktor penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Hasil FGD IDI Papua 2025 selanjutnya akan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IDI untuk merumuskan langkah strategis perbaikan. Agenda tersebut mencakup penguatan koordinasi antar-OPD, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengarusutamaan prinsip kesetaraan dalam kebijakan daerah.

Pemprov Papua menegaskan bahwa peningkatan IDI bukan semata mengejar perbaikan angka statistik, melainkan memperkuat kualitas demokrasi secara substantif dan berkelanjutan. Dengan menjadikan IDI sebagai bagian dari indikator kinerja kepala daerah, konsolidasi demokrasi dituntut untuk terefleksi dalam kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar wacana administratif. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Dorong Dunia Usaha Terapkan Prinsip HAM dalam Investasi dan Pembangunan

MIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda…

2 jam ago

Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika Salurkan 64 Sapi Kurban, Perkuat Solidaritas dan Nilai Keagamaan

MIMIKA, TOMEI.ID | Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah…

3 jam ago

Perdamaian Perang Keluarga di Wamena Disepakati, Asis Lani: Ini Perang Pertama dan Terakhir

WAMENA, TOMEI.ID | Konflik perang keluarga yang sempat mengguncang Kabupaten Jayawijaya akhirnya resmi diakhiri melalui…

3 jam ago

Disaksikan Pemda dan Forkopimda, Perdamaian Suku Lani dan Wouma-Kurima Diteguhkan Lewat Prosesi Patah Panah di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Perdamaian antara kelompok masyarakat Suku Lani dan Wouma-Kurima akhirnya diteguhkan melalui prosesi…

4 jam ago

John Gobai: Sekolah Swasta di Papua Jangan Dianaktirikan, Mereka Pilar Pendidikan Sejak Sebelum NKRI

WAMENA, TOMEI.ID | Lembaga pendidikan pelopor dan sekolah swasta di Tanah Papua dinilai memiliki jasa…

4 jam ago

Dogiyai Jadi Kabupaten Pertama di Papua Tengah Lantik Pengurus PASI, Siap Cetak Atlet hingga Level Internasional

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kabupaten Dogiyai mencatat sejarah baru sebagai daerah pertama di Provinsi Papua Tengah…

5 jam ago