Berita

Imanuel Beni Itlay Akhiri Masa Kepemimpinan IMYAL, Tinggalkan Fondasi Persatuan Mahasiswa Yalimo di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ketua Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari periode 2025–2026, Imanuel Beni Itlay, resmi mengakhiri masa kepemimpinannya dalam momentum pelantikan badan pengurus baru IMYAL masa bakti 2026–2027 yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Yalimo Amban, Manokwari, Senin (25/5/2026).

Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Prosesi itu menjadi simbol regenerasi organisasi mahasiswa Yalimo sekaligus penegasan komitmen menjaga keberlanjutan perjuangan mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari.

Dalam acara tersebut, Imanuel Beni Itlay bersama Sekretaris Yulius Aliknoe dan Bendahara Efani Faluk secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada badan pengurus baru IMYAL masa bakti 2026–2027.

Penyerahan kepemimpinan disaksikan langsung pembina organisasi, senioritas, serta seluruh anggota IMYAL yang hadir memenuhi aula Asrama Mahasiswa Yalimo Amban.

Selama memimpin organisasi, Imanuel dinilai berhasil menjaga soliditas internal dan memperkuat persatuan mahasiswa Yalimo di tengah berbagai tantangan organisasi maupun dinamika kehidupan mahasiswa Papua di tanah rantau.

Kepemimpinannya dianggap menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun rasa kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan antaranggota IMYAL di Kota Studi Manokwari.

Dalam sambutannya, Imanuel menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota organisasi, pembina, senioritas, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan selama masa kepengurusannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota IMYAL yang selama ini telah mendukung dan bekerja bersama dalam menjalankan organisasi. Banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi karena persaudaraan dan kebersamaan, semua dapat kita lalui,” ujarnya.

Imanuel menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan kapasitas intelektual, serta tempat melahirkan generasi muda yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan daerah dan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa Yalimo tidak boleh menjadikan organisasi sekadar tempat berkumpul, tetapi harus mampu membangun semangat kepemimpinan, disiplin, loyalitas, dan pengabdian.

“Organisasi ini harus menjadi tempat belajar membangun tanggung jawab dan kepemimpinan. Mahasiswa harus hadir membawa perubahan positif, baik bagi organisasi maupun masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap pengurus baru dapat melanjutkan program organisasi secara lebih baik, menjaga solidaritas internal, serta tetap mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Saya berharap pengurus baru tetap menjaga kekompakan, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan perjuangan organisasi dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Suasana haru tampak menyelimuti prosesi pergantian kepemimpinan tersebut. Sejumlah anggota organisasi terlihat memberikan penghormatan dan apresiasi kepada pengurus lama atas dedikasi selama memimpin IMYAL.

Momentum itu sekaligus menjadi gambaran kuatnya solidaritas mahasiswa Yalimo dalam menjaga keberlangsungan organisasi mahasiswa di Kota Studi Manokwari.

Berakhirnya masa kepemimpinan Imanuel Beni Itlay tidak hanya menandai pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi simbol lahirnya semangat baru untuk melanjutkan perjuangan membangun IMYAL yang lebih progresif, solid, dan bermartabat.

Dengan fondasi persatuan yang telah dibangun selama satu periode kepemimpinan, generasi penerus IMYAL diharapkan mampu menjaga kekompakan organisasi serta menghadirkan kontribusi nyata bagi mahasiswa Yalimo, dunia pendidikan, dan masyarakat Papua secara luas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Paroki K3 Damabagata Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Rp5 Miliar dari Gubernur

DEIYAI, TOMEI.ID | Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memasuki hari kedua di Kabupaten…

15 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Sengketa Tapal Batas Kapiraya Tuntas Sebelum Desember

DEIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan sengketa tapal batas Kapiraya yang selama…

19 jam ago

Kunker ke Deiyai, Meki Nawipa Soroti Asrama dan Ekonomi Mama-Mama Papua

DEIYAI, TOMEI.ID | Setelah menuntaskan kunjungan kerja hari pertama di Kabupaten Dogiyai, Gubernur Papua Tengah,…

19 jam ago

Terima Rp500 Juta dan Bantuan Alkes, Maria Clara: Terima Kasih Pak Gubernur

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ucapan terima kasih disampaikan Direktur RSUD Pratama Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai,…

1 hari ago

Meki Nawipa di Dogiyai: Politik Selesai, Jangan Palang Pembangunan

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menghentikan berbagai tindakan…

1 hari ago

Dari Panen Kacang ke Panen Generasi, Meki Nawipa Mulai Babak Baru Pendidikan Mapia

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ada tempat yang tidak pernah meminta untuk disebut besar dan tidak selalu…

1 hari ago