JAYAPURA, TOMEI.ID | Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia periode 2026–2027 resmi dilantik di Asrama Mahasiswa Pegunungan Bintang, Expo, Kota Jayapura, Rabu (12/8/2026).
Pelantikan dilakukan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Yohanes Agustinus Sitokdana. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan pentingnya penguatan kapasitas mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Pegunungan Bintang.
Dalam sambutannya, Yohanes menegaskan mahasiswa harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa merupakan kekuatan intelektual yang perlu mendapat ruang, perhatian dan dukungan pemerintah.
Namun, Yohanes menyayangkan ketidakhadiran Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam rangkaian Musyawarah Organisasi Mahasiswa (Musorma) hingga pelantikan IMPPETANG.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya perhatian pemerintah terhadap organisasi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam pembinaan SDM.
“Selayaknya yang melantik Pengurus IMPPETANG ini Bupati, Wakil Bupati atau Sekda serta Kepala Dinas Pendidikan. Namun periode ini menjadi sejarah baru, saya Wakil Ketua I DPRD melantik Pengurus IMPPETANG Se-Indonesia periode 2026–2027,” ujar Yohanes.
Ia berharap kondisi tersebut tidak kembali terjadi pada periode berikutnya. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam agenda mahasiswa penting untuk memastikan komunikasi dan dukungan terhadap pengembangan SDM berjalan secara nyata.
“Untuk pelantikan Pengurus IMPPETANG Se-Indonesia ke depan harus Bupati, Wakil Bupati atau Kepala Dinas Pendidikan yang layak untuk melantik. Tetapi periode ini terjadi tidak sesuai harapan kita karena saya Wakil Ketua I DPRD melantik Pengurus IMPPETANG Se-Indonesia,” tegasnya.
Yohanes mengatakan IMPPETANG tidak sekadar menjadi wadah organisasi mahasiswa, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda Pegunungan Bintang yang kelak berperan dalam pembangunan daerah.
Hal senada disampaikan perwakilan alumni IMPPETANG, Yoser Wasini. Ia meminta Pemkab Pegunungan Bintang lebih serius menyiapkan SDM dengan menjadikan mahasiswa sebagai salah satu prioritas pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang harus mempersiapkan sumber daya manusia, mengedepankan mahasiswa dan jeli melihat kebutuhan dasar mahasiswa karena mahasiswa merupakan agen perubahan yang akan meneruskan bangsa Aplim Abom di Kabupaten Pegunungan Bintang,” ujarnya.
Yoser juga menyatakan keprihatinan atas ketidakhadiran pemerintah daerah dalam pelantikan pengurus IMPPETANG periode 2026–2027.
Sementara itu, Ketua Demisioner IMPPETANG Se-Indonesia Kota Jayapura, Rumil Mul, mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan dan bantuan selama masa kepengurusan sebelumnya.
Ia meminta pengurus baru memastikan program organisasi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dikawal bersama dan mendapat dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.
“Program ini harus dikawal bersama Pengurus IMPPETANG Se-Indonesia dan harus ada dukungan dari semua pihak karena dalam kegiatan sangat membutuhkan bantuan terutama pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang melalui Kepala Dinas Pendidikan,” katanya.
Ketua IMPPETANG Se-Indonesia periode 2026–2027, Melianus Kakyarmabin, mengajak seluruh mahasiswa Pegunungan Bintang di berbagai kota studi memperkuat persatuan dan mengakhiri perbedaan yang berpotensi menghambat kerja organisasi.
Menurutnya, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dikelola untuk menghasilkan kerja bersama.
“Beda pilihan dan beda pandangan dalam dinamika organisasi adalah hal yang wajar, bagian dari dinamika organisasi sehingga mengajak kepada seluruh mahasiswa yang ada di kota studi Jayapura untuk persatu dan menyatukan perbedaan, meningkatkan sumber daya manusia melalui setiap program, kegiatan yang banyak kami akan lakukan,” ujar Melianus.
Ia menegaskan, kepengurusan baru membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk menjalankan program sekaligus menjawab kebutuhan dasar mahasiswa.
“Program kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang untuk meningkatkan dan memajukan perkembangan IMPPETANG Se-Indonesia yang maju dan unggul di berbagai aspek,” katanya.
Melianus juga meminta pemerintah merespons setiap program dan permohonan organisasi yang disampaikan melalui mekanisme resmi.
“Kami akan datang keluhkan setiap program kepada pemerintah sehingga pemerintah mohon untuk melihat dan meresponi setiap permohonan yang akan kami naikkan,” ujarnya.
Ketua DPO Legislative IMPPETANG, Maklon Alimdam, mengatakan lembaganya bertugas membahas dan menetapkan program kerja serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program organisasi.
Menurutnya, fungsi tersebut membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh mahasiswa IMPPETANG agar setiap program dapat berjalan sesuai keputusan organisasi.
“Kami berharap untuk kerja sama dan kekompakan mahasiswa IMPPETANG Se-Indonesia,” katanya.
Maklon juga meminta Pemkab Pegunungan Bintang memberikan perhatian terhadap program IMPPETANG yang ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
Ketua Panitia Musorma dan Pelantikan IMPPETANG Se-Indonesia, Simran Wasini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berlangsung aman dan sesuai harapan.
“Terima kasih atas semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pelantikan Pengurus IMPPETANG Se-Indonesia sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan sesuai harapan kami semua,” tutupnya.
Pelantikan IMPPETANG periode 2026–2027 tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga membuka tuntutan baru terhadap pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan bagi mahasiswa. Bagi IMPPETANG, dukungan tersebut dinilai penting karena peningkatan kualitas SDM mahasiswa merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan Pegunungan Bintang.










