Berita

IMYAL Manokwari Tak Kirim Delegasi MUSORMA HMKY VII, Soroti Tata Kelola dan Partisipasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari menyatakan tidak mengirimkan delegasi dalam Musyawarah Organisasi Mahasiswa (MUSORMA) Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) ke-VII.

Sikap tersebut diambil setelah IMYAL menyoroti proses penyelenggaraan forum yang dinilai belum memberikan transparansi dan ruang partisipasi yang memadai bagi mahasiswa Yalimo dari berbagai kota studi.

Pernyataan tersebut dituangkan dalam klarifikasi resmi IMYAL sebagai penjelasan atas keputusan Kota Studi Manokwari tidak mengirimkan delegasi dalam MUSORMA HMKY ke-VII, yang ditandatangani Ketua IMYAL Kota Studi Manokwari, Sadrak Fariyon, sebagai bentuk penegasan sikap organisasi terhadap proses penyelenggaraan dan pelaksanaan forum tersebut serta dikeluarkan pada Kamis (17/9/2026).

Dalam klarifikasi tersebut, IMYAL menyatakan keberatan terhadap sejumlah hal dalam proses penyelenggaraan dan pelaksanaan MUSORMA HMKY ke-VII. Persoalan yang menjadi sorotan terutama berkaitan dengan keterbukaan proses organisasi serta sejauh mana mahasiswa dari berbagai kota studi diberikan kesempatan untuk mengetahui dan berpartisipasi dalam agenda organisasi.

IMYAL Soroti Tata Kelola HMKY

IMYAL menjelaskan, HMKY yang berpusat di Jayapura merupakan organisasi mandiri yang menjadi wadah mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Yalimo yang tersebar di berbagai kota studi. Keberadaan HMKY dinilai memiliki posisi penting sebagai ruang bersama untuk membangun komunikasi dan menghimpun kepentingan mahasiswa Yalimo.

Menurut IMYAL, HMKY juga dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Yalimo sesuai kebutuhan mahasiswa dan kepentingan organisasi. Karena itu, proses pengelolaan organisasi dinilai perlu berjalan secara terbuka agar setiap kota studi yang menjadi bagian dari HMKY memperoleh informasi dan ruang komunikasi yang memadai.

IMYAL menilai keterbukaan menjadi penting ketika organisasi menyelenggarakan forum yang berkaitan dengan arah, kepengurusan, serta pengambilan keputusan organisasi. Partisipasi dari berbagai kota studi, menurut mereka, diperlukan agar proses tersebut tidak berlangsung tanpa komunikasi yang cukup dengan mahasiswa yang menjadi bagian dari HMKY.

Dalam pelaksanaan MUSORMA HMKY ke-VII, IMYAL menyatakan transparansi dan ruang partisipasi yang tersedia belum sesuai dengan yang diharapkan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan utama IMYAL Kota Studi Manokwari untuk tidak mengirimkan delegasi dalam forum tersebut.

IMYAL Sebut Ada “Unsur Lain yang Terselubung”

Selain mempersoalkan transparansi dan ruang partisipasi, IMYAL dalam pernyataan tertulisnya juga menyebut adanya dugaan “unsur lain yang terselubung” dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan MUSORMA HMKY ke-VII.

Namun, dalam dokumen klarifikasi tersebut, IMYAL tidak menjelaskan secara rinci mengenai apa yang dimaksud dengan “unsur lain yang terselubung”. Karena itu, pernyataan tersebut perlu dipahami sebagai sikap dan penilaian IMYAL yang menjadi bagian dari alasan organisasi tidak mengirimkan delegasi.

Bagi IMYAL, persoalan yang dipersoalkan tidak hanya menyangkut hadir atau tidak hadirnya delegasi dalam sebuah forum.

Mereka menyoroti proses pengelolaan organisasi secara lebih luas, khususnya mengenai keterbukaan informasi, komunikasi antarkota studi, serta kesempatan mahasiswa untuk mengetahui dan menyampaikan pandangan dalam proses pengambilan keputusan.

Sikap tidak mengirimkan delegasi tersebut sekaligus menjadi bentuk penyampaian keberatan IMYAL terhadap proses yang sedang berlangsung. Melalui klarifikasi tertulis, organisasi tersebut memilih menjelaskan posisinya secara terbuka agar alasan ketidakhadiran dalam MUSORMA HMKY ke-VII tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

Tegaskan Tidak Keluar dari HMKY

Meski tidak mengirimkan delegasi, IMYAL Kota Studi Manokwari menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti keluar atau memisahkan diri dari HMKY. IMYAL tetap menyatakan dirinya sebagai bagian dari organisasi mahasiswa Yalimo tersebut.

IMYAL juga tetap menempatkan HMKY sebagai wadah bersama mahasiswa Kabupaten Yalimo dari berbagai kota studi. Dengan posisi tersebut, keberatan yang disampaikan diarahkan terhadap kebijakan dan proses pengelolaan organisasi, bukan terhadap keberadaan HMKY sebagai wadah mahasiswa Yalimo.

Dalam klarifikasinya, IMYAL menegaskan: “Kami Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) juga merupakan bagian dari HMKY. HMKY adalah kita, hanya saja kebijakan pengelolaan organisasi merugikan sebagian mahasiswa.”

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa keputusan tidak mengirimkan delegasi tidak dimaksudkan sebagai pemutusan hubungan organisasi.

Sebaliknya, IMYAL masih menempatkan dirinya sebagai bagian dari HMKY, sembari menyampaikan keberatan terhadap proses pengelolaan yang menurut mereka perlu dievaluasi.

IMYAL berharap perbedaan pandangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama dan tidak berhenti pada perbedaan sikap dalam MUSORMA. Mereka mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka sehingga berbagai persoalan internal organisasi dapat dibicarakan melalui ruang dialog yang melibatkan pihak-pihak terkait.

Dorong Partisipasi Kota Studi Diperluas

IMYAL Kota Studi Manokwari mendorong agar pengelolaan HMKY ke depan lebih mengedepankan transparansi, keterbukaan informasi, komunikasi, dan ruang partisipasi bagi mahasiswa Yalimo dari berbagai kota studi.

Menurut IMYAL, keterlibatan berbagai kota studi penting karena HMKY membawa nama mahasiswa Kabupaten Yalimo secara lebih luas.

Karena itu, proses organisasi yang berkaitan dengan arah kebijakan dan kepengurusan diharapkan dapat dikomunikasikan secara memadai kepada mahasiswa yang menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Ruang partisipasi yang lebih luas juga dinilai penting agar setiap kota studi memiliki kesempatan menyampaikan pandangan, memberikan masukan, dan memahami proses pengambilan keputusan organisasi. Dengan komunikasi yang terbuka, perbedaan pandangan di antara kota studi dapat dibahas melalui mekanisme organisasi yang lebih jelas.

Klarifikasi IMYAL Kota Studi Manokwari tersebut sekaligus menjadi penjelasan mengenai alasan mereka tidak mengirimkan delegasi dalam MUSORMA HMKY ke-VII. Meski mengambil sikap tidak mengirimkan delegasi, IMYAL tetap menegaskan dirinya sebagai bagian dari HMKY dan mendorong evaluasi terhadap tata kelola, komunikasi, serta ruang partisipasi dalam organisasi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Lima Tahun Menunggu, Marga Ateta Tahan Kunci Kendaraan Genting Oil

BINTUNI, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran hak wilayah adat kembali menjadi perhatian di Kampung Forada, Distrik…

2 jam ago

Dinas Pendidikan Papua Tengah Perkuat Tenaga MAPEGA, Atasi Kekurangan Guru di Wilayah 3T

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah memperkuat kapasitas tenaga MAPEGA Guru…

2 jam ago

Kepala Suku Besar Kamoro Siap Turun ke Kapiraya, Rangkul Mee dan Kamoro Selesaikan Batas Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar Kamoro, Yohanis Boyau, menyatakan siap turun langsung ke Kapiraya…

2 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Atlet Pelajar Disabilitas Jangan Minder, Tunjukkan Kemampuan di PEPARDA

NABIRE, TOMEI.ID | Dalam pembukaan PEPARDA perdana, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya keberanian,…

2 jam ago

Hari Kedua Penguatan Kapasitas MAPEGA Nabire, Nurhaidah Soroti Kekurangan Guru di Daerah 3T

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperkuat kapasitas tenaga MAPEGA guru daerah tertinggal,…

4 jam ago

8 Kepala Suku Resmi Diakui sebagai Mitra Pemerintah, Gubernur Meki: Ini Bukan Pelantikan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak delapan kepala suku besar, di Provinsi Papua Tengah, resmi diakui sebagai…

12 jam ago