Berita

Intelektual Kapiraya Desak Tiga Kabupaten Segera Selesaikan Tapal Batas; Minta Kasus Pembunuhan Gembala Neles Peuki Diusut Tuntas

DOGIYAI, TOMEI.ID | Intelektual Kapiraya, Apiner Semu, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai untuk segera mengambil langkah tegas dalam penyelesaian persoalan tapal batas di wilayah selatan Papua. Ia menegaskan bahwa penetapan batas wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat dan daerah, bukan kelompok atau individu tertentu.

Semu menilai tindakan pemasangan papan batas secara sepihak justru memperbesar potensi konflik. Menurutnya, langkah tersebut hanya memicu pertentangan, menciptakan kecurigaan antarwarga, dan dapat berujung pada kekerasan.

“Jangan ada lagi tindakan sepihak. Itu hanya menimbulkan korban jiwa,” tegas Semu dalam pernyataan resminya kepada redaksi tomei.id, pada Senin (1/12/2025).

Dalam pernyataannya, Apiner Semu juga menyoroti kasus pembunuhan Gembala Neles Peuki di Kapiraya. Ia meminta aparat kepolisian untuk bertindak profesional, transparan, dan segera menuntaskan penyelidikan.

“Pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum. Tidak boleh ada pembiaran. Polisi harus netral,” ujarnya.

Semu turut memberikan peringatan kepada pihak yang mengatasnamakan Suku KEI di wilayah selatan agar memahami bahwa mereka berada dalam yurisdiksi pemerintahan resmi. Karena itu, ia menilai tidak ada kewenangan bagi pihak tertentu untuk menetapkan dusun atau batas tanah tanpa keputusan pemerintah.

“Tidak ada hak sepihak menentukan batas dusun. Semua harus mengikuti keputusan pemerintah,” katanya.

Apiner Semu mengajak masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan aksi balas dendam yang berpotensi memperluas konflik. Penyelesaian persoalan, kata dia, adalah tugas pemerintah, sementara masyarakat harus menjaga keamanan dan kerukunan antarsuku.

Ia meminta pemerintah Mimika, Deiyai, dan Dogiyai segera membentuk tim terpadu, melakukan pemetaan lapangan, serta menerbitkan keputusan resmi terkait batas wilayah.

“Jangan tunggu sampai korban bertambah. Pemerintah harus hadir dengan tegas,” ujarnya.

Semu juga mendorong keterlibatan Kemendagri untuk turun langsung menyelesaikan persoalan yang dinilainya berdampak luas terhadap keamanan, pelayanan publik, dan pembangunan.

Apiner Semu menekankan pentingnya merawat keharmonisan antara Suku Kamoro dan Mee yang selama ini hidup berdampingan.

“Kita sudah lama hidup rukun. Jangan biarkan konflik tapal batas merusak hubungan baik ini,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat mempertahankan nilai persaudaraan dan menolak provokasi yang dapat memecah belah. Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi kunci menjaga kedamaian di wilayah selatan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

19 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

19 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

20 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

2 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

2 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago