NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) di Kota Studi Nabire secara terbuka mengundang seluruh anggota serta masyarakat luas untuk menghadiri Konsolidasi Tahapan II yang akan digelar pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIT hingga selesai di Asrama Dogiyai, Wonorejo, ini mengangkat tema “Penembakan terhadap warga sipil di Dogiyai dalam operasi militer Indonesia di Dogiyai”. Undangan terbuka ini menjadi bagian dari upaya IPMADO memperluas partisipasi publik dalam merespons isu kemanusiaan yang terjadi di Moanamani.
Dalam pelaksanaannya, diskusi akan dipandu oleh moderator Wiji, dengan menghadirkan Oktovianu Bouya dan Ferdi sebagai pemantik. Forum ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat solidaritas, serta merumuskan sikap bersama atas peristiwa yang disoroti.
IPMADO juga memaparkan sejumlah warga sipil yang disebut menjadi korban dalam insiden tersebut, yakni Yulita Pigai (70), Siprianus Tibakoto (19), Martinus Yobe (12), Anikian Edowai (19), dan Ferdinand Auwe (19).
Melalui konsolidasi ini, IPMADO menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga nilai kemanusiaan serta mendorong perhatian lebih luas terhadap situasi di Dogiyai.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang tidak hanya mempertemukan gagasan, tetapi juga memperkuat suara bersama dalam merespons persoalan kemanusiaan secara konstruktif. [*]
NABIRE, TOMEI.ID | Enam gubernur dari wilayah Tanah Papua melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perimbangan…
NABIRE, TOMEI.ID | Provinsi Papua Tengah tercatat memiliki luas wilayah mencapai 61.073 km² dengan kawasan…
NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) secara…
NABIRE, TOMEI.ID | Waktu seakan berhenti di Pelabuhan Feri Kampung Air Mandidi, Nabire, Papua Tengah.…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai mengambil langkah strategis dengan menjajaki pengembangan transportasi…
WAMENA, TOMEI.ID | Tim Koalisi Koordinator Jayawijaya melontarkan kritik keras terhadap langkah Majelis Rakyat Papua…