Berita

Jelang Aksi 27 April, Polisi Hadang Pembagian Selebaran di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Intensitas mobilisasi massa menjelang rencana aksi demonstrasi damai 27 April 2026 di Nabire, Papua Tengah, menunjukkan eskalasi signifikan yang kian masif, terorganisir, sistematis, serta menarik perhatian luas publik.

Kegiatan distribusi selebaran yang dilakukan secara terbuka oleh Tim Investigasi bersama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (HPM-P KMPP) se-Nabire bahkan diwarnai penghadangan aparat keamanan di sejumlah titik strategis, Sabtu (25/4/2026).

Rangkaian mobilisasi ini menjadi indikator kuat bahwa konsolidasi massa telah memasuki fase intensif dan terorganisir, dengan pola pergerakan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mengarah pada penguatan jaringan partisipasi publik secara langsung dan sistematis.

Pergerakan dimulai sejak pukul 08.40 WIT dari Sekretariat Sentral Asrama Puncak. Tim yang terdiri dari koordinator lapangan, penanggung jawab, hingga korlap umum langsung menyasar basis-basis massa seperti asrama, kampus, pasar, bengkel, gereja, kawasan pemukiman, hingga titik pengungsian. Pada tahap awal, tercatat sebanyak 124 selebaran dan 31 surat undangan berhasil didistribusikan, disertai ajakan terbuka kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi.

Memasuki pukul 09.00 WIT, pola mobilisasi meningkat secara signifikan. Distribusi selebaran tidak lagi sekadar penyampaian informasi, melainkan diiringi dengan konsolidasi massa, komunikasi lapangan, serta negosiasi sosial di sejumlah titik yang menjadi basis pergerakan.

Di titik Asrama Puncak, konsolidasi bahkan telah dimulai lebih awal sejak pukul 07.00 WIT dengan penyiapan perangkat aksi secara menyeluruh, mulai dari pamflet, spanduk, stiker, megafon, hingga mobil komando.

Sebanyak 280 selebaran disebarkan di kawasan lampu merah Oyehe pada pukul 09.00 WIT, disertai orasi terbuka yang menarik perhatian publik. Aktivitas patroli aparat mulai terpantau pukul 09.35 WIT, sebelum massa kembali ke sekretariat sekitar pukul 11.35 WIT untuk evaluasi dan penguatan strategi lanjutan.

Sementara itu, di kawasan Pasar Karang, pembagian selebaran dimulai sejak pukul 08.00 WIT dengan sasaran utama pengguna jalan dan aktivitas mama-mama pasar. Situasi awal berlangsung relatif kondusif, namun pemantauan aparat mulai terlihat sejak pukul 08.45 WIT, menandai meningkatnya perhatian terhadap aktivitas mobilisasi tersebut.

Ketegangan mulai meningkat pada sore hari. Sekitar pukul 15.05 WIT, massa kembali bergerak menuju lampu merah Kali Bobo. Pada pukul 16.17 WIT, aparat keamanan melakukan pembubaran terhadap kegiatan distribusi selebaran. Negosiasi sempat berlangsung pukul 16.30 WIT, namun situasi kembali memanas dengan kedatangan tambahan personel patroli pada pukul 17.15 WIT. Massa akhirnya ditarik mundur ke sekretariat sekitar pukul 16.47 WIT sebagai langkah konsolidasi ulang.

Total distribusi selebaran di titik Pasar Karang diperkirakan melampaui 500 lembar, menjadikannya salah satu pusat mobilisasi terbesar dalam rangkaian kegiatan tersebut, sekaligus memperlihatkan tingginya intensitas penyebaran informasi menjelang aksi.

Eskalasi kembali terjadi menjelang petang. Pada pukul 17.50 WIT, tim yang tengah melakukan penyebaran seruan aksi dihadang aparat keamanan. Koordinator lapangan bersama penanggung jawab sempat diarahkan ke Polres Nabire untuk proses pengamanan dan klarifikasi, sebelum akhirnya dilepaskan sekitar pukul 18.30 WIT.

Korlap Umum Ronias Murib, didampingi Wakil Korlap Nengho Labene serta Penanggung Jawab BP HPM-P KMPP Nabire Yones Makai, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyampaian aspirasi secara damai dan terbuka kepada publik.

Menurut mereka, mobilisasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan mengundang partisipasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap isu yang akan disuarakan dalam aksi 27 April mendatang.

Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa dinamika menjelang aksi telah memasuki tahap krusial, dengan interaksi lapangan yang semakin intens antara massa aksi dan aparat keamanan.

Situasi ini sekaligus menjadi perhatian penting bagi semua pihak guna memastikan ruang demokrasi tetap berjalan secara aman, tertib, dan menghormati hak-hak sipil masyarakat. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

2 jam ago

Pemkab Tolikara Serap Aspirasi Mahasiswa di Manokwari, Asrama dan Bantuan Pendidikan Jadi Sorotan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara menyerap aspirasi mahasiswa asal Tolikara yang sedang menempuh…

3 jam ago

Ketua KNPI Papua Pegunungan Tegur OPD dan SKPD, Larang Praktik “Jual Nama” Gubernur

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Pegunungan, Calvin Penggu,…

3 jam ago

UNIPA Buka Pembayaran SPP dan Pengisian KRS Semester Gasal 2026/2027, Mahasiswa Diimbau Tepat Waktu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Universitas Papua (UNIPA) resmi membuka tahapan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan…

4 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Program BANGKIT, Fokus Bangun Generasi Papua Tengah yang Sehat, Cerdas, dan Terlindungi

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, resmi meluncurkan Program Bangun Generasi dan Keluarga…

4 jam ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Resmi Dimulai, Meki Nawipa: Momentum Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun…

1 hari ago