Berita

John NR Gobai Dorong Penataan Pasar Kartum dan Pemanfaatan Terminal Tipe B

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, John NR Gobai, mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera menata Pasar Karang Tumaritis (Kartum) di Nabire dan memfungsikan Terminal Tipe B di kawasan Bumi Wonorejo.

Dua langkah ini dinilai mendesak guna mengatasi persoalan ketertiban umum, kemacetan, dan membuka ruang ekonomi produktif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal dan Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Gobai, Pasar Kartum selama ini menjadi kawasan yang rawan konflik sosial akibat lemahnya pengelolaan dan pengawasan. Aktivitas negatif seperti perjudian, konsumsi miras, serta kekacauan arus kendaraan dan jual beli membuat pasar ini kehilangan fungsinya sebagai ruang ekonomi rakyat.

“Pasar Kartum perlu ditata secara menyeluruh. Harus dibangun pos keamanan dari Polisi atau Satpol PP, serta dilengkapi fasilitas sederhana seperti kedai kopi dan tempat makan lokal berbasis pangan Papua seperti sagu, keladi, dan ubi. Tujuannya adalah menjadikan pasar ini aman, tertib, dan produktif,” ujar Gobai.

Selain itu, Gobai menyoroti kondisi Terminal Tipe B di kawasan Bumi Wonorejo yang telah dibangun pada 2017–2018 namun hingga kini belum difungsikan. Padahal, terminal ini memiliki posisi strategis sebagai simpul transportasi lintas kabupaten.

“Terminal ini seharusnya menjadi titik pemberangkatan kendaraan penumpang ke Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Jika difungsikan, bisa membantu mengurai kemacetan di Pasar Kartum,” jelasnya.

Gobai menambahkan, meskipun belum rampung 100 persen, sejumlah bagian penting dari terminal tersebut sebenarnya sudah dapat digunakan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan aset daerah oleh pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 14 ayat (8) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022.

“Aset seperti ini tidak boleh dibiarkan mangkrak. Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkewajiban mengoperasikannya untuk kepentingan publik,” tegasnya.

Ia juga menyerukan kepada Dinas Perhubungan dan Satpol PP Provinsi agar melakukan penertiban kendaraan lintas kabupaten dengan mewajibkan semua mobil penumpang masuk terminal, bukan berhenti sembarangan di area Pasar Kartum.

Selain fungsi transportasi, Gobai berharap terminal juga dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan membuka ruang bagi UMKM, khususnya pelaku usaha OAP, untuk mendirikan warung kopi dan kuliner lokal di kawasan terminal.

“Dengan penataan yang tepat dan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat, pasar dan terminal bisa menjadi ruang bersama yang aman, tertib, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Papua Tengah,” tutup Gobai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

12 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

13 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

13 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

1 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

1 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago