Berita

John NR Gobai Usulkan 5 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Budaya Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT), John NR Gobai, mengusulkan penetapan tanggal 5 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Budaya Papua.

Usulan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran historis Grup Musik Mambesak, yang dikenal luas sebagai simbol awal kebangkitan budaya Papua di Tanah Papua.

Dalam pernyataannya, Gobai menegaskan bahwa kehadiran Grup Mambesak di era Orde Baru merupakan bentuk keberanian dan semangat kultural yang luar biasa, meskipun saat itu situasi politik ditandai dengan kecurigaan berlebihan terhadap ekspresi warga negara.

“Mambesak hadir di tengah tekanan politik yang ketat. Meski akhirnya dibubarkan dan pemimpinnya terbunuh, warisan budayanya terus hidup dan menginspirasi banyak generasi Papua,” ujarnya.

Grup Mambesak memperkenalkan lagu-lagu daerah yang berasal dari berbagai suku di Tanah Papua. Melalui seni musik tersebut, masyarakat antar-suku dapat saling mengenal bahasa dan kekayaan budaya satu sama lain.

“Lagu-lagu Mambesak mempertemukan identitas kultural Papua dalam harmoni. Ini adalah warisan luhur yang harus terus dirawat,” tambah Gobai.

Ia menilai bahwa di era modern saat ini, sikap curiga terhadap ekspresi budaya Papua seperti lagu-lagu Mambesak sudah seharusnya ditinggalkan. Seni suara, seni tari, dan ekspresi budaya lainnya merupakan identitas suku yang dijamin keberadaannya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Maka dari itu, saya mengusulkan kepada Bapak Gubernur Papua Tengah agar menetapkan tanggal 5 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Budaya Papua. Saya juga mendorong DPR Papua Tengah yang sedang menyusun Raperdasus tentang Perlindungan Kebudayaan Asli Papua agar memasukkan ketentuan tersebut ke dalam regulasi resmi,” tegas Gobai.

Usulan ini tidak hanya merupakan bentuk penghargaan terhadap Mambesak, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat identitas kultural Orang Asli Papua (OAP) dan menjadikannya bagian dari agenda pembangunan berbasis budaya di Papua Tengah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan, Siapkan SDM OAP Hadapi Seleksi Nasional

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat investasi di sektor sumber daya…

1 jam ago

Pemkab Mimika, Freeport dan YPMAK Satukan Kekuatan, Dorong Pembangunan Terintegrasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat…

2 jam ago

BOSDA Rp14,6 Miliar Digelontorkan, Pemprov Papua Tengah Perluas Program Pendidikan Gratis bagi Ribuan Siswa

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengalokasikan Rp14.629.475.000 melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah…

3 jam ago

DPR Papua Tengah Terima LHP BPK RI atas LKPD 2025, Gubernur Tegaskan Tindak Lanjut Seluruh Rekomendasi

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan…

4 jam ago

40 Siswa TK Elshadai Samabusa Resmi Ditamatkan, Angkatan III Siap Melangkah ke Jenjang SD

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 siswa-siswi TK Elshadai Samabusa resmi ditamatkan dalam acara Penamatan dan…

6 jam ago

DPR Papua Tengah dan Kapolda Bahas Regulasi Khusus Kepolisian, Dorong Afirmasi OAP dan Pemolisian Berbasis Adat

NABIRE, TOMEI.ID | DPR Papua Tengah bertemu Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini di…

17 jam ago