Berita

Jurnalis Papua Didorong Jadi Penghubung Masyarakat dan Pemerintah dalam Liputan Lingkungan

NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis di Papua diminta berperan aktif sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam peliputan isu lingkungan, karena warga lokal sering menghadapi risiko dirugikan oleh proyek dan kebijakan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan jurnalis Jubi, Albert Yomo, dalam workshop “Hutan Papua Bercerita: Teknik Menulis Jurnalisme Lingkungan Lokal” pada Festival Media Se-Tanah Papua perdana di Nabire, Papua Tengah, Kamis (15/1/2026).

baca juga: UMKM OAP Nilai Festival Media Papua Berdampak Positif bagi Pelajar dan Usaha Lokal

Workshop ini dimoderatori Yulika Anastasia, Head of Imaji, dan menghadirkan Yomo bersama rekannya, Dominggus Mampioper, yang membagikan pengalaman lapangan dan strategi penulisan jurnalisme lingkungan.

“Kami berbagi pengalaman menulis proyek bersama Pulitzer Center, khususnya liputan perubahan iklim di Wondama. Jurnalis harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Jika proses kesepakatan antara pemerintah dan warga tidak berjalan dengan benar, masyarakat pasti menjadi korban,” tegas Yomo.

baca juga: UMKM OAP Nilai Festival Media Papua Berdampak Positif bagi Pelajar dan Usaha Lokal

Dalam workshop, peserta diajak memahami tahapan peliputan jurnalisme lingkungan, mulai dari penyusunan proposal, pengajuan liputan, perencanaan lokasi, penentuan narasumber, hingga penyusunan sudut pandang pemberitaan. Menurut Yomo, perencanaan yang matang menjadi kunci agar liputan akurat, menyentuh masyarakat, dan tetap menjaga integritas jurnalistik.

Yomo menekankan bahwa posisi wartawan adalah sebagai jembatan untuk menjawab kegelisahan masyarakat, meski hal ini terkadang berada di luar topik teknis workshop. Ia juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival.

baca juga: Lewat Foto, Jurnalis Papua Pegunungan Ungkap Realitas Hidup di Wilayah Konflik dan Terpencil

“Kalau ada kekurangan, itu wajar karena ini pertama kali digelar secara perdana di Papua. Ke depan bisa disempurnakan dan dikembangkan lebih baik lagi,” ujarnya.

Festival Media Se-Tanah Papua, yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP), berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, serta melibatkan pelajar dan mahasiswa.

Melalui rangkaian agenda mulai workshop jurnalisme lingkungan, pelatihan investigasi, talk show, pameran foto, hingga malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026, festival menegaskan komitmennya mendorong kualitas jurnalistik di Tanah Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

11 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

12 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

15 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

15 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

16 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

16 jam ago